15 Orang Diamankan dalam Kasus Konvoi Pesilat Bakar Motor di Grobogan

15 Orang Diamankan dalam Kasus Konvoi Pesilat Bakar Motor di Grobogan

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Senin, 13 Jul 2026 18:13 WIB
Penampakan motor warga yang dibakar saat kericuhan di Grobogan
Penampakan motor warga yang dibakar saat kericuhan di Grobogan. Foto: Dok Polsek Brati Grobogan
Grobogan -

Belasan orang telah diamankan oleh Sat Reskrim Polres Grobogan buntut kejadian konvoi pesilat berujung ricuh di Desa Menduran, Brati, Grobogan. Diduga tiga di antaranya melakukan pelanggaran.

"Ada sekitar 15 orang yang diamankan," kata Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Rizky Ari Budiarto kepada wartawan, Senin (13/7/2026).

Belasan orang yang diamankan oleh polisi masih berstatus sebagai saksi. Saat ditanya mengenai penetapan tersangka, Rizky menyebut pihaknya masih menunggu proses gelar perkara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai saat ini semuanya masih saksi," ujar Rizky.

"(Penetapan tersangka) menunggu gelar perkara," terangnya.

ADVERTISEMENT

Terpisah, Ketua Pimpinan Cabang Pagar Nusa Grobogan, Ali Mas'ud mengklaim bahwa ada tiga orang yang terindikasi melakukan pelanggaran hukum pada kericuhan tersebut. Sementara sisanya, akan diupayakan pulang hari ini.

"Hari ini kami sudah klarifikasi dengan pihak Polres bahwa hari ini yang terindikasi melakukan pelanggaran hukum yaitu ada 3 orang," tutur Ali di Mapolres Grobogan.

"Dari pengamanan 13 yang diamankan oleh Polres Grobogan insyaallah selainnya nanti kita bisa pulangkan. Kita koordinasi, hari ini selain tiga insyaallah kita bisa pulangkan," tambahnya.

Ali mengakui sampai sekarang masih belum mengetahui penyebab terjadinya kericuhan tersebut. Ia hanya menyampaikan bahwa saat di TKP, tidak ada pengawalan dari petugas.

"Kalau untuk pemicu sebenarnya kita sampai hari ini belum kita temui karena menurut keterangan dari kawan-kawan itu teman-teman itu melakukan pengawalan dari pihak aparat penegak hukum dari wilayah Putar sampai ke Getas," ucap Ali.

"Keterangan sementara ini dari Getas sampai ke sini itu belum ada pengawalan. Tidak ada pengawalan, sehingga terjadi benturan di situ," sambungnya.

Ali masih enggan berkomentar terkait motor warga setempat yang dibakar dalam insiden tersebut. Pihaknya juga masih berkoordinasi terkait kemungkinan pemberian santunan terhadap korban yang motornya dibakar.

"Sementara ini untuk yang dibakar itu kami belum bisa menyampaikan secara detail. (Terkait pemberian santunan) mungkin kami dari Pagar Nusa nanti kita coba koordinasi dengan para pimpinan-pimpinan pengurus-pengurus Pagar Nusa Pimpinan Cabang Kabupaten Grobogan," terang Ali.

Lebih lanjut, Ali juga berharap agar anggotanya yang sekarang diamankan di Mapolres Grobogan namun tidak terindikasi melakukan pelanggaran, agar segera dilepas.

"Adik-adik kita anak-anak Pagar Nusa yang sekarang diamankan oleh pihak aparat penegak hukum atau Polres Grobogan yang tidak terindikasi kami minta untuk segera dilepaskan," kata Ali.

"Tetapi kalau yang memang sekarang masih ada keterlibatan, yang sekarang masih diproses, nah ini sementara ini masih tetap berlanjut," tambahnya.

Untuk diketahui, konvoi rombongan pesilat yang berujung ricuh itu terjadi di Desa Menduran, Brati, Grobogan, Minggu (12/7) dini hari. Dalam kericuhan itu, polisi menyebut ada satu sepeda motor milik warga setempat yang dibakar.



(alg/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads