Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau pembangunan instalasi air limbah (IPAL) dan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Untuk SPAM yang mana air diolah menggunakan mesin langsung bisa diminum.
Dalam peninjauan ini, Menko AHY mendapatkan penjelasan dari Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Jawa Tengah, Nanda Lasro Elisabet Sirait. Bangunan IPAL dan pengolahan air bersih ini berada di kompleks Akmil Magelang.
Untuk pengolahan sistem penyediaan air minum sudah jadi. Sedangkan untuk IPAL saat ini masih berlangsung.
"Saya ingin melihat secara langsung progres pengerjaan proyek infrastruktur terkait dengan air. Yang pertama, SPAM. Yang kedua, IPAL," kata AHY kepada wartawan di kompleks Akmil Magelang, Sabtu (11/7/2026).
"Di sini adalah lokasi untuk pengelolaan air minum yang bisa dikonsumsi oleh seluruh warga yang ada di Akademi Militer, terutama para taruna-taruni. Yang tentunya membutuhkan kecukupan air minum yang bersih, yang sehat," sambung AHY.
AHY mengatakan, di sini ada proses pengolahan termasuk ultraviolet untuk memastikan bakteri-bakteri tidak lagi hidup. Nantinya air yang dialirkan menuju barak-barak, faviliun maupun flat bisa langsung dikonsumsi.
"Dan artinya air-air tersebut bisa dialirkan ke barak-barak, faviliun, flat sehingga langsung dikonsumsi oleh para taruna. Karena kegiatan atau aktivitas fisik yang berat di Akademi Militer maka tidak boleh kekurangan cairan. Kekurangan air minum bisa mengakibatkan dehidrasi dan berakibat fatal, oleh karena itu ini adalah instalasi yang penting sekali untuk memastikan sekali lagi para taruna kita bisa tercukupi kebutuhannya termasuk warga yang lainnya," tambah putra Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.
Selain SPAM, kata AHY, sedang mengerjakan IPAL. Menurutnya, sebuah instalasi untuk pengolahan air limbah.
"Tadi dipetakan juga ada beberapa lokasi yang sudah diidentifikasi untuk memastikan tidak lagi ada air limbah terperangkap di suatu lokasi, kemudian menyebabkan aroma yang tidak sedap, yang baunya sangat keras. Termasuk tentunya tidak sehat buat para penghuni Akademi Militer, para taruna," ujar AHY.
"Ini sedang diperbaiki sistemnya, sedang disiapkan dan ini membutuhkan waktu mudah-mudahan Desember, akhir tahun bisa selesai. Anggaran yang disiapkan sekitar Rp 11,4 miliar. Mudah-mudahan kalau itu sudah selesai, sekali lagi semakin membuat kampus Akademi Militer ini sehat dan nyaman untuk semuanya," tegas AHY.
AHY berharap, mudah-mudahan bisa ditambah lagi. Hal ini mengingat jumlah taruna bertambah.
Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Jawa Tengah, Nanda Lasro Elisabet Sirait mengatakan, air dari mata air yang masuk ke PDAM. Menurutnya, dari mata air dialirkan PDAM ke Akmil.
"Di sini diolah jadi air minum langsung (diminum). Debitnya dua setengah liter per detik. Saat bisa (digunakan) 2.500," ujarnya.
Simak Video "Berenang dan Menyusuri Panjangnya Kali Udal Gumuk di Magelang yang Menakjubkan "
(apu/apu)