Kasus pembuangan bayi lelaki di dalam toilet gerbong kereta api (KA) Sancaka 84B relasi Jogja-Surabaya telah menemukan titik terang. Pelakunya sudah ditangkap polisi.
"Iya (sudah pelaku sudah diamankan)," kata Kasi Humas Polresta Solo AKP Lingga Ramadhani saat dihubungi detikJateng, Kamis (9/7/2026).
Namun, Lingga belum menjelaskan secara detail soal sosok pembuang bayi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Kasatres PPA PPO Polresta Solo Kompol Ratna Karlinasari mengatakan pihaknya masih memeriksa pelaku.
"Pelaku masih proses pemeriksaan," ucap Ratna saat dihubungi.
Diketahui, bayi lelaki itu ditemukan di toilet KA Sancaka pada Sabtu (4/7) pukul 07.20 WIB. Bayi itu ditemukan saat KA Sancaka dalam perjalanan menuju ke Surabaya.
Bayi yang diperkirakan baru berusia sepekan itu dievakuasi saat kereta berhenti Stasiun Solo Balapan, Solo. Polisi lalu melacak identitas pembuang bayi misterius tersebut.
"Personel Satreskrim Polresta Solo bersama Unit Reskrim Polsek Banjarsari saat ini masih melakukan serangkaian penyelidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi-saksi, pengumpulan barang bukti, penelusuran rekaman CCTV, hingga berkoordinasi dengan pihak PT KAI Daop 6 Yogyakarta untuk mengungkap pelaku," kata Kapolsek Banjarsari Kompol Harno dalam siaran pers yang diterima detikJateng, Sabtu (4/7).
Dibekali Baju-Susu Kotak
Kapolsek Banjarsari, Kompol Harno mengatakan tidak ada identitas saat bayi ditemukan hari Sabtu (4/7) lalu. Petugas hanya menemukan perlengkapan bayi dan susu kotak.
"Ada (barang yang ditinggalkan), tapi kayaknya susu saja kemarin itu saya lihat. Susu kotak", kata Harno, Minggu (5/7/2026).
Dia menjelaskan bayi tersebut dalam kondisi terselimuti dan dibekali beberapa pakaian. Namun tidak ada petunjuk soal nama ataupun identitas lainnya.
"Saya, saya nggak tahu persis ya, karena itu kan sudah dari sana, dari perjalanan sana. Jadi pak polisi nerimanya juga sudah ada diselimuti, ada disiapin apa baju-baju itu, saya yang nyiapin siapa saya juga nggak ngerti," ujarnya.
Bayi tersebut dalam kondisi baik saat dibawa ke RS Bhayangkara Solo. Dia menyebut tidak ada masalah kesehatan pada bayi itu.
"Alhamdulillah, sehat kalau bayinya nggak ada masalah. Terawat, dirawat sama perawat-perawat di rumah sakit," jelasnya.
Telusuri Rekaman CCTV Daop Jogja
Polsek Banjarsari pun berkoordinasi dengan pihak PT KAI Daop VI Jogja untuk menelusuri rekaman CCTV guna mencari titik terang pelaku pembuangan bayi tersebut.
Kapolsek Banjarsari, Kompol Harno, menjelaskan saat ini pihaknya masih dalam tahap pengumpulan bukti-bukti digital. Fokus utama penyelidikan adalah memeriksa rekaman kamera pengawas di area operasional kereta api.
"Nggih, masih kita minta rekaman-rekaman CCTV dari Daop. Karena laporannya itu kan ternyata di Jogja, dari Daop-nya itu," katanya dihubungi awak media, Minggu (5/7/2026).
Harno menjelaskan berdasarkan koordinasi awal, tempat kejadian perkara (TKP) awal diduga berada di wilayah Jogja. Hal ini diperkuat dengan laporan resmi yang masuk melalui pihak Daop VI di wilayah tersebut.
"Karena laporannya kan karena mungkin dari sana awal TKP-nya ya, jadi dari Daop-nya laporan ke sana, dari PJKA-nya," jelasnya.
Penjelasan KAI Daop 6 Jogja
Dilansir detikJogja, Manager Humas KAI Daop 6 Jogja, Feni Novida Saragih, mengatakan bayi ditemukan oleh petugas kereta sekitar pukul 07.20 WIB saat KA Sancaka dalam perjalanan menuju Surabaya.
"Petugas di atas KA menemukan seorang bayi di toilet kereta eksekutif 3. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Pusat Pengendalian Pelayanan yang langsung berkoordinasi dengan Stasiun Solo Balapan," kata Feni dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7).
Feni menjelaskan, sekitar pukul 07.30 WIB, bayi tersebut diserahkan ke Pos Kesehatan Stasiun Solo Balapan untuk menjalani pemeriksaan. Tiga menit kemudian, tepatnya pukul 07.33 WIB, KA Sancaka 84B kembali melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir.
"Selanjutnya, di Pos Kesehatan Solo Balapan, petugas KAI melakukan observasi oleh Dokter dan Bidan Klinik Mediska KAI Solo. Kondisi umum bayi dinyatakan dalam keadaan baik. Tim KAI kemudian memenuhi kebutuhan dasar bayi agar kondisinya tetap baik dan terjaga," terangnya.
