Eks Pegawai Kecewa Camat Boyolali Pengirim Video Mesum Disanksi Teguran

Eks Pegawai Kecewa Camat Boyolali Pengirim Video Mesum Disanksi Teguran

Jarmaji - detikJateng
Rabu, 08 Jul 2026 18:07 WIB
Gambar ilustrasi soal video viral nan mesum. (Danu Damarjati/detikcom)
Foto: Ilustrasi camat Boyolali kirim video porno. (Danu Damarjati/detikcom)
Boyolali -

Seorang camat di Boyolali yang disorot karena mengirim video porno ke eks karyawannya disanksi teguran tertulis dari bupati. Si mantan karyawan merespons dengan mempertanyakan sanksi yang diberikan kepada mantan majikannya, dan berharap adanya sanksi yang lebih tegas.

"Di berita yang beredar sanksinya itu enggak ada, cuma dapat teguran. Harusnya kan ada," kata A, eks karyawati penerima kiriman video dari camat itu, kepada wartawan Rabu (8/7/2026).

Dia menyatakan memiliki bukti-bukti camat mengirimkan video tak senonoh tersebut. Camat tersebut dinilainya juga telah melanggar aturan, karena telah mengirimkan video porno tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi itu cuma dapat teguran aja, enggak dapat sanksi. Kan kita juga enggak tahu kalau ada korban lain yang enggak berani speak up kan. Lah itu gimana itu, soalnya kan cuma dapat teguran, enggak dapat sanksi lain. Padahal dia sudah melanggar aturan juga sih," keluh dia.

ADVERTISEMENT

A mengaku kecewa dan sakit hati mendapat kiriman video tersebut. Pasalnya selama ini hubungannya sebagai pemilik usaha dengan karyawannya juga baik-baik saja. Kenal juga baik-baik dan tidak pernah menjelek-jelekkan, tapi tiba-tiba mendapat kiriman video tersebut yang dinilainya telah melecehkannya. Ia pun mengaku kaget mendapat kiriman video tersebut. Saat itu dia sedang dalam perjalanan.

"Saya langsung gemeteran, lha ini kok ngirimi kayak gini, kenapa gitu. Padahal kan nggak ada masalah sama sekali," ungkapnya.

Setelah mendapat kiriman video mesum itu, dia mengaku tak bisa tidur. Takut jika ketemu di jalan. Karena setelah mengirim video itu, camat tersebut tidak langsung memberikan klarifikasi salah kirim atau gimana.

"Bikin saya jadi kepikiran terus," katanya lagi.

Dia berharap, ada sanksi yang lebih tegas, tak hanya teguran saja. Menurut dia, kalau hanya ditegur, dikhawatirkan akan mengulangi perbuatannya lagi. Selain itu, yang bersangkutan juga meminta maaf secara terbuka.

Lebih lanjut A membantah jika kiriman video itu langsung dihapus tak sampai setengah menit setelah terkirim. Dia mengaku mendapat kiriman video itu pukul 11.58 WIB. Pukul 12.07 WIB kiriman tersebut masih ada dan ia tangkap layar.

"Pas jam 12 lebih 15 (menit) kalau nggak 20 (menit) gitu, baru ditarik (kiriman dihapus)," terangnya.

Korban Masih Terguncang

Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Boyolali mengatakan kondisi korban masih terguncang. Pihaknya menyiapkan bantuan psikologis untuk korban.

Kepala DP2KBP3A Boyolali, Waluyo Jati, menyebut pihaknya menyiapkan psikolog dan psikiater untuk memberikan ke korban, untuk memulihkan kondisi prsikologinya yang mungkin terguncang atas kasus yang dialami.

"Kami menyiapkan psikolog, kemudian juga psikiater untuk bisa paling tidak ya pulih. Minimal tidak terguncang atau mungkin ya normal lah, harapannya seperti itu," kata dia.

Menurut dia, pihaknya baru sekali ini memanggil korban ini dan memberikan pendampingan psikologi. Kondisi psikis korban saat ini masih sedikit terguncang atas hal yang dialaminya tersebut.

"Kami baru sekali. Karena kebetulan baru sekali ini, kami kemarin berkomunikasi, kemudian tadi tadi kencan jam 10.00 WIB (untuk hadir di kantor DP2KBP3A). Sudah ketemu dan memang kondisinya sedikit masih apa ya, belum belum normal, masih sedikit terguncang," jelasnya.

Untuk penanganan selanjutnya, pihaknya memberikan pendampingan agar kondisi korban bisa normal kembali dan stabil.

"Kita memberikan pendampingan saja, agar kondisi itu normal kembali, stabil lah," tegas dia.

"Kami pendampingan kepada anak di Boyolali yang sedang mengalami ya sedikit guncang, sedikit kurang beruntung, kami mencoba untuk mendampingi agar normal kembali berjalan seperti biasa di masyarakat," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Memasak Pepes Lele Asli Boyolali"
[Gambas:Video 20detik] (apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads