Viral Keributan di SPBU Rembang hingga Wanita Gelantungan di Truk

Viral Keributan di SPBU Rembang hingga Wanita Gelantungan di Truk

Mukhammad Fadlil - detikJateng
Senin, 06 Jul 2026 17:45 WIB
Tangkapan layar wanita gelantungan di truk di SPBU Pamotan, Rembang
Tangkapan layar wanita gelantungan di truk di SPBU Pamotan, Rembang. Foto: Dok Instagram Radarrembang
Rembang -

Video keributan di SPBU Pamotan, Kabupaten Rembang, jadi viral di media sosial. Rekaman yang diunggah akun Instagram @radarrembang sehari lalu itu memperlihatkan seorang perempuan berteriak dan berusaha menghentikan sebuah truk pada malam hari hingga menjadi perhatian warga.

Dalam video tampak seorang perempuan berdiri di depan truk sambil berteriak. Sejumlah warga dan petugas SPBU terlihat menyaksikan peristiwa tersebut. Unggahan itu kemudian ramai diperbincangkan setelah muncul klarifikasi dari seorang perempuan yang mengaku sebagai sosok dalam video.

Perempuan dengan akun Instagram @ulyafidhiana_29 menyebut keributan terjadi karena mantan suaminya diduga hendak membawa anak mereka yang masih berusia 6 tahun tanpa persetujuannya. Menurutnya, sang mantan suami akan membawa anak tersebut dari Pamotan menuju Sumenep.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu saya yang di video guys. Mohon maaf sebelumnya sudah bikin gaduh di pom. Kronologinya pelaku (mantan suami) mau membawa kabur anak saya yang masih berusia 6 tahun, mau dibawa dari Pamotan-Sumenep tanpa pengawalan dari saya maupun orang tua saya," tulisnya di kolom komentar unggahan @radarrembang.

ADVERTISEMENT

Ia mengaku anaknya sempat dibawa masuk ke dalam truk dan pintunya ditutup. Ia juga mengklaim ibunya sempat terbawa hingga sekitar 700 meter sebelum akhirnya terjatuh. Menurutnya, ia hanya berusaha mempertahankan hak asuh anaknya.

Sementara itu Kapolsek Pamotan AKP M. Sulhan Mulyadi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi dan informasi petugas piket, keributan dipicu persoalan keluarga antara sopir truk dengan istrinya yang telah pisah ranjang.

"Itu kejadian Sabtu (4/7/2026) malam. Dipicu masalah keluarga antara sopir dengan istrinya yang sudah pisah ranjang. Suaminya orang Madura tinggal di Madura, sedangkan istrinya warga Desa Joho, Kecamatan Pamotan. Keduanya memiliki seorang anak laki-laki berusia 6 tahun," kata Sulhan kepada detikJateng, Senin (6/7/2026).

Sulhan menjelaskan, sopir truk yang bekerja melayani rute Madura-Jawa Tengah disebut sudah beberapa bulan tidak bertemu anaknya. Saat melintas di wilayah Lasem, keduanya sepakat bertemu di SPBU Pamotan.

Saat pertemuan itu, anak mereka diajak masuk ke dalam truk. Tak lama kemudian pintu truk ditutup dan kendaraan melaju. Melihat hal itu, sang istri panik dan melempari kaca truk menggunakan batu, namun truk tetap melanjutkan perjalanan.

"Selang sekitar satu setengah jam kemudian, suami menghubungi istrinya melalui pesan singkat dan memberitahukan bahwa anaknya berada di lampu merah Sulang untuk diambil. Selanjutnya istri bersama ibunya menuju ke Sulang dan menjemput anak tersebut," jelasnya.

Meski sempat memicu keributan dan viral di media sosial, polisi memastikan peristiwa tersebut merupakan persoalan internal keluarga. Hingga kini tidak ada laporan resmi yang masuk ke Polsek Pamotan terkait kejadian tersebut.




(afn/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads