Bocah berumur lima tahun warga Desa Mesoyi, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan tewas usai digigit ular saat sedang tertidur di dalam rumah. Korban sudah sempat diberi antibisa namun nyawanya tidak tertolong.
Korban yang diketahui bernama Muhammad Khoirul Anam itu digigit ular weling pada Minggu (5/7/2026) dini hari. Ia sempat sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kajen untuk penanganan medis, namun ternyata meninggal dunia sekitar pukul 04.00 WIB.
Humas RSUD Kajen, Hanung menjelaskan kondisi pasien datang dalam kondisi penurunan kesadaran. Antibisa juga sudah diberikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasien memang tiba di IGD dalam kondisi penurunan kesadaran," kata Hanung saat dihubungi detikJateng, Senin (6/7/2026).
"Sudah (sudah diberi antibisa)," imbuhnya.
Dia juga menjelaskan tidak ada masalah terkait stok antibisa di RSUD Kajen.
"Untuk anti bisa ular tidak ada kendala, dalam penanganan gigitan ular semua faskes saling berkoordinasi baik dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten sampai ke tingkat faskes tingkat pertama," ungkapnya.
Ada 46 Pasien Digigit Ular
Selain itu, Hanung mengatakan, sejak awal tahun 2026, RSUD menerima 46 kasus pasien digigit ular. Satu di antaranya meninggal dunia, yaitu bocah umur 5 tahun yang kemarin dilarikan ke RS setelag digigit ular weling.
"Di Tahun 2026 sampai kemarin, data gigitan ular 46 orang. Dari jumlah itu, 9 pasien rawat jalan dan 36 rawat inap serta1 meninggal," kata Hanung.
Sebelumnya diberitakan, seorang bocah berumur 5 tahun digigit ular saat tidur di ruang tengah, Minggu (5/7) sekitar pukul 01.00 WIB.
Upaya pertolongan dilakukan, korban langsung di dibawa ke rumah sakit. Namun Minggu sekitar pukul 04.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia. Sekitar pukul 09.00 WIB, korban dimakamkan.
Sekretaris Desa Mesoyi, Andri Kurniawan, saat dihubungi membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, setelah diduga dipatuk ular, korban langsung dibawa keluarga ke RSUD Kajen untuk mendapatkan penanganan medis.
"Jenazah kemudian dibawa pulang ke rumah duka pada pukul 06.30 WIB dan dimakamkan di tempat pemakaman desa sekitar pukul 09.00 WIB," katanya.
Andri menjelaskan, rumah korban berada di kawasan permukiman yang berbatasan dengan area kebun warga. Hingga kini, kejadian itu disebut sebagai kasus pertama di Desa Mesoyi yang menyebabkan korban meninggal dunia akibat gigitan ular.
"Rumahnya berada di perkampungan, tetapi dekat dengan kebun warga. Setahu kami, ini pertama kali terjadi kejadian seperti ini di Talun," ujarnya.
(alg/ahr)
