Polisi masih menyelidiki kasus penemuan mayat pemuda inisial DF (20) yang tewas bersimbah darah dengan leher tersayat di kamar mandi rumah di Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan. Korban diduga tewas karena tindak pidana pembunuhan.
Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C Yusuf, mengatakan dari hasil pemeriksaan awal di lokasi polisi menemukan adanya luka robek atau sayatan pada leher korban yang diduga menjadi penyebab kematian.
"Untuk kondisi korban saat ditemukan memang terdapat luka robek atau sayatan pada leher. Saat ini kami masih melakukan pendalaman serta memeriksa saksi-saksi yang berada di lokasi," katanya usai memimpin langsung olah TKP yang kedua kalinya, Minggu (5/7/2026).
Ditambahkan Rachmad, luka sayatan di leher korban memiliki panjang sekitar 3 sampai 5 sentimeter. Sejumlah anggota keluarga korban yang berada di dalam rumah saat kejadian telah dimintai keterangan. Polisi juga masih mengumpulkan informasi dari para saksi guna mengungkap kronologi dan pelaku di balik peristiwa tersebut.
Meski penyelidikan masih berlangsung, Rachmad menduga mengarah pada kasus pembunuhan.
"Untuk sementara dugaan kami adalah pembunuhan. Namun kami masih menunggu hasil visum serta melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian korban," tegasnya.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sebilah pisau yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut serta telepon genggam milik korban yang kini masih diperiksa.
Saat dikonfirmasi adanya aktivitas Sabtu (4/7) korban diketahui kedatangan sejumlah temannya, polisi masih mendalami informasi itu.
"Masih kita dalami informasi-informasi tersebut," ucapnya.
Selama ini korban diketahui menempati rumah tersebut bersama 3 orang saudaranya. Polisi masih meminta keterangan saksi-saksi keluarga terkait peristiwa yang diduga terjadi pada Minggu dini hari tersebut.
"Sementara kita masih mendalami dari keluarga korban karena memang untuk yang berada di dalam rumah masih keluarga korban, dari abang, adik, dan adik-adiknya," kata Rachmad.
Korban diketahui sehari-hari bekerja sebagai anak buah kapal (ABK). Hingga kini, Satreskrim Polres Pekalongan masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif maupun pelaku dalam kasus tersebut.
Sebelumnya diberitakan warga Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, Minggu (5/7) gempar adanya pria ditemukan tewas bersimbah darah di sebuah kamar mandi.
Korban yang merupakan warga Dukuh Woraweri Kidul, Desa Kebonsari, Karangdadap, Pekalongan ditemukan warga sekira pukul 06.30 WIB. Ditemui di lokasi kejadian, Kapolsek Karangdadap, AKP Sumiyanto, membenarkan adanya penemuan jasad tersebut.
Menurutnya, polisi menerima laporan dari masyarakat pada Minggu pagi dan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Polsek Karangdadap menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki di Desa Kebonsari. Saat ini kasusnya masih dalam tahap penyelidikan," ujar Sumiyanto, Minggu (5/7/2026).
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi menemukan adanya luka pada bagian leher korban. Namun, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab kematian karena masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan medis.
"Ada luka sayat di bagian leher, tetapi untuk penyebab pastinya masih dalam penyelidikan," ucapnya.
Simak Video "Video: 36 Biksu Thudong yang Jalan Kaki dari Thailand Telah Sampai di Borobudur"
(apl/aku)