Viral di media sosial iring-iringan massa perguruan silat di Jalan Semarang-Solo Ungaran mengakibatkan kemacetan setengah jam lebih. Polisi menyebut kepadatan lalu lintas itu baru terurai usai pengamanan hingga pagi hari.
Video iring-iringan massa pesilat itu viral di media sosial usai diunggah akun Instagram @infokejadiansemarang.new. Tampak massa berkumpul di tengah jalan dan menutup ruas jalan.
"Info ada rombongan berseragam hitam bsrkumpul di sekitar jalan pudak payung-pramuka," tulis akun @infokejadiansemarang_new, seperti dilihat detikJateng, Minggu (5/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu pengendara, Santoso (24), mengatakan dirinya sempat terjebak macet 30 menit di Jalan Semarang-Solo dini hari tadi.
"Aku sempat terjebak macet itu benar-benar nggak jalan mobilnya setengah jam mungkin, sekitar jam 02.00 WIB gitu," kata Santoso saat dihubungi detikJateng, Minggu (5/7).
Ia mengatakan, awalnya ia tak mengetahui sumber kemacetan tersebut. Dirinya pun langsung mencari jalan alternatif lainnya.
"Aku langsung putar balik, cari jalan lain. Banyak yang putar balik juga, cuma banyak yang ditutup juga jalannya, jadi bingung lewat mana," tuturnya.
"Waktu udah muter, baru tahu ternyata karena ada iring-iringan PSHT. Meresahkan sih, soalnya naik motornya juga ugal-ugalan, jadinya takut sendiri, takut ricuh," lanjutnya.
Akibat terjebak macet, Santoso mengatakan, perjalanannya menjadi molor satu jam. Ia pun meminta pihak kepolisian bisa lebih tegas terhadap kegiatan yang mengganggu kenyamanan masyarakat.
"Semalam itu aku lihat ada polisi juga tapi nggak tahu kenapa masih tetap macet, nggak yang langsung ditindak. Sopir truk sampai pada keluar juga," ucapnya.
Saat dimintai konfirmasi, Kapolsek Banyumanik, Kompol Hengky, membenarkan adanya aksi tersebut. Ia mengatakan, pihaknya sudah langsung turun ke lokasi untuk mengawal sekaligus mengurai kemacetan.
"Jadi itu macetnya karena rombongan PSHT baru ada kegiatan pengukuhan PSHT di wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang, terus mereka hura-hura menutup jalan," ucapnya.
"Intinya, kami turun untuk mengawal. Kan macet karena menutup jalan. Kami usir sedikit-sedikit, terus kami sebar dua arah, ada yang turun, ada yang belok ke Pramuka," lanjutnya.
Hengky memperkirakan, jumlah massa yang melintas mencapai ribuan orang. Kemacetan terjadi dari kawasan SPBU Bukit sampai ke menuju Kecamatan Ungaran.
"Ribuan, banyak sekali. Kami berusaha mengurai itu," ujarnya.
Menurut Hengky, kepadatan lalu lintas berlangsung cukup lama hingga menjelang pagi. Petugas dari Polsek Banyumanik bersama personel lain dibagi ke sejumlah titik untuk mempercepat penguraian arus kendaraan.
"Kita dari arah Ungaran mengurusi yang dari atas, yang ke bawah juga kita tangani bersama Dalmas. Kita bagi dua," jelasnya.
Meski sempat memicu kemacetan, Hengky memastikan tidak terjadi kericuhan. Polisi memilih pendekatan persuasif dengan meminta peserta segera membubarkan diri.
"Kami persuasif dengan baik, (bilang) 'ayo adik-adik pulang. Sudah pagi, kasihan pengguna jalan yang lain'," ucapnya.
Hengky menyebut, sebagian besar peserta yang ikut iring-iringan masih berusia pelajar. Mereka disebut datang dari berbagai daerah seperti Semarang, Demak, Bergas, Purwodadi, Boyolali, hingga Salatiga.
"Mereka nutup jalan. Kegiatannya hura-hura seperti itu, membentangkan bendera dan membunyikan kembang api," katanya.
Hengky pun mengimbau seluruh anggota PSHT agar tidak mengganggu ketertiban saat menggelar kegiatan. Menurutnya, organisasi pencak silat memiliki citra baik yang harus dijaga.
"Organisasi ini baik, tapi jangan disusupi pihak-pihak yang tidak baik. Gunakan fasilitas dengan baik dan jangan sampai mengganggu masyarakat pengguna jalan yang lain. Tunjukkan bahwa organisasi pencak silat ini bermanfaat," imbaunya.
(apl/apl)
