Empat tahun berpisah dengan Perusahaan Otobus (PO) Haryanto, Rian Mahendra akhirnya kembali. Bos PO Haryanto, Haji Haryanto yang tidak lain adalah ayah Rian mengaku sudah lama menunggu momen ini.
Haji Haryanto berharap Rian akan menjadi penerus PO Haryanto. Seperti diketahui, Rian dipecat oleh ayahnya dari jabatan Direktur Operasional PO Haryanto sejak Juli 2022. Kembalinya Rian setelah empat tahun berpisah, menjadi momen emosional yang paling membahagiakan Haji Haryanto.
Momen Paling Ditunggu
Haji Haryanto mengungkapkan, momen ini menjadi waktu yang paling ditunggu-tunggu dalam hidupnya. Tidak hanya itu, Haryanto secara terbuka mengaku lega karena kini memiliki sosok yang dipersiapkan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan PO Haryanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Haji Haryanto pun tidak bisa menutupi rasa bahagianya saat Rian Mahendra akhirnya kembali ke perusahaan keluarga.
"Ini sangat istimewa karena anak saya ini (Rian Mahendra) yang saya tunggu-tunggu untuk menjadi penerus. Karena dia itu pintar, pintar, cerdas," kata Bos PO Haryanto, Haji Haryanto kepada detikJateng ditemui di garasi bus PO Haryanto di Kudus, Kamis (2/6/2026).
Kepulangan Rian bukan sekadar persoalan bisnis, melainkan juga harapan seorang ayah yang ingin melihat anaknya kembali membangun perusahaan yang telah dirintis selama puluhan tahun.
"Saya sudah senang Mas Rian pulang, anak rukun. Anak itu harta tidak ternilai harganya," jelas Haji Haryanto.
"Terkadang anak itu, kalau orang tua punya, itu yang punya anak, tapi kalau anak punya, orang tua jadi babu. Kebanyakan seperti itu. Kerja seperti ini buat siapa kalau tidak buat anak," ungkap dia.
Pesan Haji Haryanto ke Rian
Haji Haryanto pun tidak lupa memberikan pesan khusus kepada sang anak usai kembali ke perusahaan. Ia berharap, Rian menjalani kehidupannya dengan lurus dan tidak neko-neko.
"Saya didik Mas Rian itu, Mas Rian tidak usah neko-neko," pesannya.
Harapan besar Haji Haryanto kepada Rian agar bisa meneruskan PO Haryanto serta meminta melakukan peremajaan bus sampai meningkatkan pelayanan penumpang diutamakan.
"Harapan untuk Mas Rian supaya bisa meneruskan PO Haryanto, misalnya PO Haryanto jalankan peremajaan untuk ke depan pelayanan penumpang diutamakan," jelasnya.
"Jadi dia sudah pintar, pelayanan sudah tahu. Kita harus berani bersaing. Jangan takut ombak sebelum berlayar," lanjut dia.
Ia pun menegaskan supaya 'ombak' itu harus dilewati jika ingin PO Haryanto bertahan.
"Ombak ini harus dilewati, usaha pasang surut sudah wajar. Namanya usaha jatuh bangun sudah biasa. Kalau kamu nggak mau ada gelombang, nggak akan maju," tutur Haji Haryanto.
Duduki Jabatan Direktur Operasional
Rian Mahendra langsung didapun untuk menduduki jabatan sebagai Direktur Operasional. Nantinya, Rian dipercaya untuk mengatur kondisi armada di lapangan serta hal-hal yang akan berkaitan dengan perusahaan di lapangan.
"Tugasnya itu mengatur lapangan, tidak pegang keuangan. Kalau Mas Rian pegang keuangan bahaya, hahah, boros," ucap Haryanto.
Haji Haryanto optimis dengan Rian menduduki jabatan tersebut maka masa depan PO Haryanto akan terjaga. Menurutnya, putra pertamanya itu mempunyai 'strategi perang' untuk memajukan perusahaan.
Siapkan Armada Baru
Bahkan, Haji Haryanto menyiapkan sejumlah armada baru menyambut 'kepulangan' anaknya tersebut.
"Dia memang itu, Rian pintar, strategi perang untuk perusahaan itu pintar. Ini sudah saya siapkan armada yang baru-baru. Dengan Mas Rian pulang saya semangat untuk Haryanto bangkit. Bagaimana kalau tidak bangkit karena masih ada tanggungan yang harus kita selesaikan ini," ujarnya.
Bakal Jadi Penerus PO Haryanto
Tidak hanya kembali bekerja, Haji Haryanto memastikan Rian Mahendra dipersiapkan menjadi penerus perusahaan. Menurutnya, usia yang semakin bertambah membuat dirinya ingin mulai menyerahkan tongkat estafet kepada generasi berikutnya.
"Saya sudah capek. Saya bekerja mulai tahun 1982, dari sopir angkot, jualan es, jualan es waktu sebelum masuk tentara. Ini saya anaknya orang susah. Orang tua susahnya kayak begitu, sekarang yang nikmati anak," kata Haji Haryanto.
"Sudah saatnya Mas Rian teruskan perjuangan bapakmu. Bapakmu cita-citanya hidup penuh manfaat buat orang banyak dan agama," lanjut dia.
Tanggapan Rian
Sementara itu, Rian mengaku saat ini ingin fokus bekerja. Dilansir detikOto, Rian mempersilakan untuk mengambil gambar dari jauh, namun belum ingin berbicara di hadapan media.
"Aku mau fokus kerja dulu, jadi aku nggak mau nongol dulu di media-media. Temen-temen kalau mau nyuting aku dari jauh, silakan. Tapi kalau interaksi malam ini aja," ujar Rian Mahendra melalui kanal Youtube Syahrulmu. detikOto diketahui sudah meminta izin untuk mengutip video itu.
"Ada banyak banget hal yang harus dibenahi. Pada sayang sama Pak Haji kan? Pengen makin membaik kan? Kalau mau, kasih saya waktu," kata dia.
Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: Kasus Penyekapan Jakpus-Nadiem Divonis 10 Tahun Bui"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/apl)
