Belasan lulusan SMP di desa-desa di kawasan puncak Gunung Merapi, Kecamatan Kemalang akhirnya bisa belajar di SMAN Kemalang. Kepastian itu diterima setelah warga diundang ke sekolah.
"Untuk hasil kemarin yang jelas mereka bisa sekolah. Jadi bisa sekolah di situ tapi mekanismenya seperti apa saya belum tanya lebih jauh," ungkap tokoh masyarakat warga Desa Tegalmulyo, Kemalang, Subur kepada detikJateng, Sabtu (4/7/2026) siang.
Dijelaskan Subur, dirinya sudah bertemu dengan orang tua anak yang tersingkir karena zonasi tersebut. Yang jelas siswa diterima di SMAN Kemalang
"Yang jelas mereka diterima di SMAN Kemalang. Informasinya demikian, coba nanti kalau ketemu dengan warga yang kemarin rapat saya tanyakan," kata Subur.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin menyatakan menindaklanjuti persoalan tersebut, jajarannya sudah menggelar rapat dengan sekolah. Bahkan pihaknya sudah mengunjungi rumah calon murid baru tersebut.
"Hasil koordinasi ternyata ada sebanyak 15 CMB (calon murid baru) yang belum diterima di SMAN 1 Kemalang yang berasal dari desa-desa di Kemalang. Setelah didata ulang, dua orang mendapatkan sekolah," terang Sadimin kepada detikJateng.
Dijelaskan Sadimin, sisanya hanya ada 13 orang yang belum mendapatkan sekolah. Untuk menjamin keberlangsungan pendidikan, maka 13 anak itu dapat melanjutkan di SMA kemitraan yang telah ditunjuk oleh Disdik.
"Maka ke 13 anak dapat melanjutkan di SMAS kemitraan yang telah ditunjuk oleh Disdik dengan tempat belajar di SMAN 1 Kemalang. Karena kondisi geografis dan jarak yang jauh," lanjut Sadimin.
"Jadi anak bisa tetap bersekolah, " imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, belasan anak warga Desa Tegalmulyo, Sidorejo dan Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten terancam putus sekolah gegara tersingkir sistem zonasi SMA Negeri Kemalang. Padahal desa-desa tersebut merupakan desa tertinggi, terakhir dan terpuncak di kawasan Gunung Merapi.
"Ya ini desa-desa terpuncak, desa terakhir di Gunung Merapi. Tidak ada SMAN kecuali SMAN Kemalang yang baru tahun ini diresmikan," ungkap tokoh masyarakat Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Subur kepada detikJateng, Jumat (26/6/2026) sore.
Dijelaskan Subur, data sementara ada sekitar 15 anak dari tiga desa yang tersingkir dari penerimaan murid baru. Mereka dari Desa Tegalmulyo, Sidorejo dan Balerante.
"Dari Desa Tegalmulyo, Sidorejo dan Balerante sekitar 15 anak. Dari Desa Tegalmulyo sendiri ada lima orang anak," jelas Subur yang juga Kasi Perencanaan Desa Tegalmulyo.
Menurut Subur, SMAN Kemalang merupakan satu-satunya harapan karena tidak ada SMA atau SMK lain di Kecamatan Kemalang. Warga Desa Balerante sebelum ada SMAN Kemalang bisa ke SMAN di wilayah Yogyakarta perbatasan tetapi sekarang tidak bisa.
"Sekarang sudah tidak bisa sebab setelah SMAN Kemalang dibuka, zonasinya juga berubah. Satu-satunya SMA ya hanya SMAN Kemalang itu," papar Subur.
Widasih, salah seorang orang tua mengatakan anaknya Dimas tidak bisa masuk SMAN Kemalang karena tidak masuk zonasi. Padahal SMAN Kemalang satu-satunya sekolah.
"Padahal SMAN Kemalang satu-satunya sekolah. Kepada bapak gubernur Jawa Tengah mohon bisa dimasukkan zonasi agar anak kami bisa sekolah," ungkap Widasih kepada detikJateng.
Simak Video "Video: Komitmen ADHI Karya Jalankan Proyek Sekolah Rakyat agar Tepat Waktu-Mutu"
(alg/alg)