Detik-detik Penjarahan Telur Muatan Korban Laka Purbalingga

Detik-detik Penjarahan Telur Muatan Korban Laka Purbalingga

Tim detikJateng - detikJateng
Jumat, 03 Jul 2026 20:38 WIB
Sejumlah warga mengambil muatan telur milik Arif yang terguling usai mengalami kecelakaan tunggal di Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga.
Sejumlah warga mengambil muatan telur milik Arif yang terguling usai mengalami kecelakaan tunggal di Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga. Foto: dok. Arif
Solo -

Insiden miris terjadi di Purbalingga, di mana sekumpulan warga disebut menjarah muatan telur dari mobil yang mengalami kecelakaan. Peristiwa ini viral di media sosial.

Dalam foto yang didapat detikJateng dari sopir sekaligus pemilik muatan telur, Arif Rahman, terlihat sejumlah orang mengerumuni peti-peti dengan telur yang sudah berserakan di rerumputan. Ada beberapa orang yang terlihat memasukkan telur ke dalam kresek.

Mobil Alami Laka Tunggal

Diketahui, insiden ini terjadi di Kali Kacangan, Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Minggu (28/6) sore sekitar pukul 16.05 WIB. Arif mengungkap insiden berawal saat dia berkendara menuju Purwokerti dengan muatan 1,3 ton telur yang diambil dari kandang peternak setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat melintasi tanjakan di jembatan kawasan Kali Kacangan, dari arah berlawanan muncul mobil Avanza hitam yang jalurnya dianggap terlalu ke kanan.

ADVERTISEMENT

"Sebelum saya menanjak, dari arah berlawanan ada Avanza hitam yang agak ke kanan. Saya menghindari tabrakan dengan mengambil sedikit ke kiri," kata Arif saat ditemui di kediamannya, Kamis (2/7).

"Saya sudah gigi tiga, turun ke gigi dua, lalu gigi satu. Sudah hampir sampai puncak, tiba-tiba mobil oleng ke kiri, kemudian ke kanan, lalu roboh dan terguling ke kanan," lanjut dia.

Walhasil, Arif dan stafnya, Romadhon, terjebak di kabin mobil yang terguling. Mereka hanya bisa keluar dari pintu kiri usai dibantu warga sekitar.

"Kami terjebak di kabin sekitar 10 sampai 15 menit. Akhirnya warga datang membuka pintu sebelah kiri dan menolong kami keluar," ungkapnya.

Proses mediasi antara sopir telur viral dengan perangkat Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, berakhir damai usai dipertemukan Bupati Purbalingga di ruangannya, Jumat (3/7/2026).Proses mediasi antara sopir telur viral dengan perangkat Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, berakhir damai usai dipertemukan Bupati Purbalingga di ruangannya, Jumat (3/7/2026). Foto: dok. Prokopim Purbalingga

Lihat Telurnya Dijarah Warga

Ketika masih terjebak di dalam mobil itulah, Arif melihat pemandangan yang menyesakkannya. Ia melihat banyak orang berdatangan ke lokasi, di mana saat itu dia masih berpikiran positif bahwa mereka hendak membantunya.

"Saya masih berpikir positif. Saya kira telur-telur itu dibereskan supaya aman. Saya sama sekali tidak punya pikiran akan dibawa pulang," katanya.

Namun, begitu keluar dari mobil, ia pun menyaksikan sebagian telurnya yang selamat dan semua dikumpulkan di tepi jalan ternyata dibawa pulang warga.

"Awalnya saya husnuzan. Saya pikir diselamatkan, nanti saya ambil lagi untuk dijual. Ternyata malah dibawa pulang," tuturnya.

"Saya fokus bagaimana mobil ini bisa kembali ke jalan. Di tengah-tengah itu saya sempat melihat warga mengambil telur. Saya pikir ada yang mengoordinasi untuk mengamankan barang orang lain, ternyata dibawa pulang," katanya.

Hanya Bawa Pulang Bak Kosong

Arif melanjutkan, dia memprediksi rugi hingga Rp 26 juta. Ia pun pulang hanya membawa bak kosong.

"Nilainya sekitar Rp 26 juta. Ludes. Padahal kalau hanya terguling, mungkin masih ada sekitar 50 persen telur yang masih utuh dan bisa dijual lagi," ujarnya.

"Yang saya bawa pulang hanya mobil kosong. Saya anggap semua sudah hilang," tambahnya.

Sehari setelah insiden, Arif sempat mendatangi pemerintah desa dan menyampaikan apa yang dialaminya melalui kepala dusun setempat. Ia tak lupa mengucapkan terima kasih kepada warga yang benar-benar menolongnya.

"Saya sudah menyampaikan terima kasih kepada warga karena sudah menolong dan menyelamatkan kami. Itu memang fakta," ucapnya.

Saya minta kepada Pak Kadus kalau masih ada barang yang tersisa bisa dikembalikan, atau kalau sudah terjual bisa diganti dalam bentuk uang," katanya.

Hingga kini, Arif mengaku baru menerima uang pengganti sekitar Rp 750 ribu dari pihak yang tidak diketahui identitasnya. Selain itu, ada laporan sekitar 30 kilogram telur telah dikembalikan, meski belum sempat diambil.

"Sampai hari ini baru ada uang masuk sekitar Rp 750 ribu. Saya juga dapat informasi ada yang mengembalikan sekitar 30 kilogram telur, tapi belum saya ambil," ujarnya.

Berakhir Kekeluargaan

Insiden warga yang jarah telur itu pun berakhir kekeluargan. Pada Jumat (3/7/2026), Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mempertemukan Arif dengan warga untuk menuntaskan persoalan.

Arif kemudian menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah membantu saat kecelakaan terjadi.

"Kami korban kecelakaan tunggal di Desa Kutawis mengucapkan terima kasih kepada warga sekalian, khususnya Pak Kadus dan warganya yang telah membantu kami mengevakuasi sampai selesai, membantu menarik mobil kami sampai ke atas," kata Arif dalam siaran pers yang diterbitkan Prokompim Purbalingga.

"Saya minta maaf yang sebesar-besarnya apabila ada tindakan kami, kata-kata yang kurang pas, termasuk dari Mas Romadhon yang melukai perasaan bapak-bapak sekalian. Terima kasih sekali karena kami sudah ditolong," lanjutnya.

Adapun Romadhon juga meminta maaf, setelah mengunggah video yang kemudian jadi viral. Ia mengakui unggahan tersebut dibuat saat kondisi emosional dan tidak menggambarkan keseluruhan situasi.

"Untuk warga Kutawis, terutama atas postingan saya yang kata-katanya kurang pas, dari saya pribadi mohon maaf," ujar Romadhon.

"Dalam postingan saya menyatakan 'tidak ada yang peduli', namun pada kenyataannya kami memang dibantu warga saat proses evakuasi," lanjut Romadhon.

Halaman 2 dari 2
(apu/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads