Seorang penebas, Ujang Usman (30), tewas akibat tersetrum saat sedang memetik buah sukun di Dukuh Karangasem, Desa Pasung, Kecamatan Wedi, Klaten. Jasad warga Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, itu kemudian dievakuasi dari atas pohon sukun.
"Jadi korban ini sedang memetik buah sukun. Kemungkinan galahnya tanpa disadari kena kabel listrik sehingga tersetrum," jelas Kapolsek Wedi AKP Daryanto, Jumat (3/7/2026) siang.
Akibat sengatan listrik, korban sempat tersangkut di dahan pohon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita turunkan bersama Damkar, TRC dan warga. Dari hasil pemeriksaan medis petugas Puskesmas tidak ditemukan tanda kekerasan, murni kecelakaan," papar Daryanto.
Korban meninggal dunia dan sudah diserahkan kepada keluarga. Keluarga sudah membuat surat pernyataan tidak dilakukan autopsi.
"Korban sudah diserahkan kepada keluarga dengan disertai surat pernyataan. Masyarakat kita imbau untuk selalu waspada jika beraktivitas dekat dengan jaringan listrik," imbuhnya.
Komandan Regu 3 Damkar Satpol-PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, M Abdul Rokhim, menambahkan korban tersetrum di atas pohon. Posisinya masih di pohon saat dievakuasi.
"Korban tersetrum saat memetik buah sukun. Jadi posisinya masih di atas pohon tadi," ungkap Abdul kepada wartawan di lokasi.
Dijelaskan Abdul, markas mendapatkan laporan tadi sekitar pukul 12.00 WIB. Begitu mendapat laporan, langsung diberangkatkan satu tim dengan satu unit mobil pemadam ke lokasi.
"Kita ke lokasi lakukan penilaian lalu kita evakuasi dengan teknik vertikal rescue. Kondisi korban sudah meninggal dunia," jelas Abdul Rokhim.
Saat dievakuasi dari atas pohon, lanjut Abdul, korban mengalami luka bakar di telapak tangan dan kedua betis kaki. Menurut keterangan warga, korban sedang memanen buah sukun.
"Korban sedang memanen buah sukun menggunakan galah stainless steel dan galah menyentuh jaringan kabel. Posisinya kaki di atas jadi menggantung," papar Abdul.
Ketinggian pohon sukun, kata Abdul, sekitar lima meter. Evakuasi dilakukan bersama dengan TRC BPBD, kepolisian dan warga.
"Dievakuasi bersama rekan-rekan TRC dan pihak berwenang. Selanjutnya korban kita serahkan setelah evakuasi," imbuhnya.
(dil/apu)
