Peringatan Dini Rob di Pesisir Utara Jateng Jumat 3 Juli 2026

Peringatan Dini Rob di Pesisir Utara Jateng Jumat 3 Juli 2026

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 02 Jul 2026 21:57 WIB
Kendaraan bermotor yang didominasi pemudik melaju perlahan menembus jalan raya pantura Demak KM Surabaya-Semarang yang terendam limpahan air laut ke daratan (rob) di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Minggu (6/4/2025). Pada H+5 Lebaran, banjir rob mulai dari sore hingga malam yang menggenangi jalur mudik tersebut dengan ketinggian bervariasi mencapai sekitar 50 cm itu menyebabkan arus lalu lintas dari Jawa Barat dan DKI Jakarta menuju ke arah  Surabaya, Jawa Timur maupun sebaliknya tersendat sekitar 3-4 kilometer. ANTARA FOTO/Aji Styawan/nz.
Rob di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Minggu (6/4/2025). Foto: ANTARA FOTO/Aji Styawan
Solo -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang kembali mengeluarkan Peringatan Dini Banjir Pesisir (Rob) untuk wilayah Pantai Utara Jawa Tengah yang berlaku pada Jumat, 3 Juli 2026.

Peringatan dini tersebut diterbitkan melalui surat bernomor B/ME.01.02/166/KTJM/VII/2026. Informasi ini disusun berdasarkan data pasang surut Pushidrosal dan dipublikasikan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang.

"Akibat adanya aktivitas pasang air laut dapat memenuhi dinamika pesisir wilayah Pantai Utara Jawa Tengah berupa banjir pesisir," kata prakirawan, Wahyu Sri Mulyani dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BMKG memprakirakan fenomena rob berpotensi terjadi pada Jumat (3/7/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB di wilayah Pesisir Utara Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

BMKG mengingatkan bahwa banjir rob dapat berdampak pada terganggunya berbagai aktivitas masyarakat di kawasan pesisir. Mulai dari transportasi di sekitar pelabuhan, aktivitas petani garam dan perikanan darat, hingga kegiatan bongkar muat barang di pelabuhan berpotensi mengalami kendala akibat genangan air laut.

"Hal ini dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktifitas petani garam dan perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di Pelabuhan," jelasnya.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan, mengamankan barang-barang di lokasi yang rawan tergenang, serta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi pasang air laut.




(alg/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads