Pemilik Perusahaan Otobus (PO) Haryanto, Haji Haryanto, telah mengonfirmasi kembalinya putranya, Rian Mahendra, ke perusahaan sebagai Direktur Operasional. Haji Haryanto pun berpesan kepada anak pertamanya itu supaya tidak neko-neko.
"Saya didik Mas Rian itu, Mas Rian tidak usah neko-neko," kata Haji Haryanto saat ditemui di garasi PO Haryanto Kudus, Kamis (2/7/2026).
Haji Haryanto mengibaratkan Rian sekarang ini menggunakan kaca mata kuda. Artinya pandangan lurus ke depan fokus bekerja demi perusahaan PO Haryanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang pakai kacamata kuda. Saya bilang, pandangan kita lurus, bekerja, bagaimana kita menyelesaikan permasalahan," jelasnya.
Karena itu, Haji Haryanto berharap agar Rian bisa meneruskan PO Haryanto. Ia meminta melakukan peremajaan bus sampai meningkatkan pelayanan penumpang diutamakan.
"Harapan untuk Mas Rian supaya bisa meneruskan PO Haryanto, misalnya PO Haryanto jalankan peremajaan untuk ke depan pelayanan penumpang diutamakan," jelasnya.
"Jadi dia sudah pintar, pelayanan sudah tahu. Kita harus berani bersaing. Jangan takut ombak sebelum berlayar," lanjut dia.
Ia pun menegaskan supaya 'ombak' itu harus dilewati jika ingin PO Haryanto bertahan.
"Ombak ini harus dilewati, usaha pasang surut sudah wajar. Namanya usaha jatuh bangun sudah biasa. Kalau kamu nggak mau ada gelombang, nggak akan maju," tutur Haji Haryanto.
Perusahaan otobus yang berdiri sejak 24 tahun lalu itu telah memiliki seratusan armada. Trayek luar antarkota sampai antarprovinsi pun telah tersedia.
"Sekarang ada 100 armada lebih. Trayek semua kita punya. Sumatera, Bali, Jabar (Jawa Barat) belum kita isi. Kita akan tata satu per satu," jelasnya.
(apu/aku)
