Netizen mengeluhkan dimintai tarif parkir progresif di kawasan Jalan Slamet Riyadi, tepatnya di depan RSGM Soelastri UMS, Kota Solo. Dirinya mengaku diminta membayar tarif parkir lebih dari yang tertulis di karcis.
Kejadian itu diunggah oleh akun Threads @taufanwahyu_. Dalam postingan, dia melampirkan foto tiga foto, dan sebuah video.
"Capek jane Bahas PARKIR di solo kang mas @respatiardi,Peraturan Parkir PROGESIF udah gg berlaku tapi realita LAPANGAN Gag jelas semua . JUKIR masih itung jam-jaman itu saya masuk 12.40 dtulis . Alesane mreka Banyak setoran2 dan Pajak. Dishub Bagian PAKIR responsif sbenernya nyuruh saya bayar tetep 3rb,tapi yo disayangkan Kejadian berulang2 lho.
Bbrapa pekan lalu periksa di RS.Gigi di depan GrandMall ditarik 10rbuan karena 3 jam. Kmaren dimintain 6rb. Tak bayar 4rb Cuman yo nganggo nesu2 sik," tulis akun Threads @taufanwahyu_, seperti yang dilihat detikJateng, Rabu (1/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait hal itu, Kepala UPTD Perparkiran Dishub Solo Haryono mengatakan, pihak pelapor sudah menghubungi Dishub. Pihaknya sudah ke lapangan untuk memintai klarifikasi kepada jukir hingga pihak lain.
Temuan sementara, pelapor merupakan koas atau dokter muda yang parkir hampir seharian.
"Kita sudah ke lapangan. Sama jukirnya sudah dimintai keterangan, kok dimintai sampai segitu kenapa. Ternyata yang parkir di luar itu koas, dari pagi sampai sore," kata Haryono, saat dihubungi awak media, hari ini.
Dishub juga telah berkoordinasi dengan pihak RSGM Soelastri UMS Solo, agar memfasilitasi parkir koas di areal dalam rumah sakit. Haryono mengatakan, parkir di dalam RS yang terbatas, membuat tidak semua kendaraan dapat tertampung.
Terkait peristiwa penarikan tarif parkir progresif, Haryono menjelaskan jika areal parkir yang dikelola oleh Pemkot Solo tidak memperbolehkan adanya tarif progresif. Sebab, semua tarif parkir sudah flat.
Dalam hal ini, jukir juga terbebani biaya setoran. Namun sirkulasi kendaraan yang parkir sangat lambat, karena kendaraan yang parkir dengan waktu yang lama.
"Kalau yang di depan RSGM ini, parkirnya sebenarnya bisa buat umum. Tapi karena dipakai parkiran koas, sehari cuma mobil itu saja. Jukirnya dari pagi sampai sore cuma menunggu itu saja, akhirnya jukirnya main hitungan progresif," jelasnya.
"Jukirnya kan shift, kalau pagi diisi koas itu hanya menunggu mobilnya koas cuma dapat Rp 3 ribu kali tiga, sehari cuma Rp 9 ribu. Makanya jukir progresif sendiri, karena tidak pindah-pindah. Kita coba carikan jalan keluarnya, bagaimana untuk parkir koas," imbuhnya.
Dishub sudah memberikan sejumlah rekomendasi untuk para koas ini. Di antaranya dengan menggunakan transportasi umum di Kota Solo yang sudah terintegrasi dan nyaman atau parkir di NEO Solo Grand Mall.
"Kita arahkan untuk menggunakan BST, kalau nggak, parkir di dalam (RS). Kalau tidak parkir di Grand Mall, tapi koasnya juga keberatan karena (tarif di mal) progresif. Mobil (kendaraan yang parkir)," ucapnya.
Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, pihaknya akan memanggil seluruh pihak terkait ke kantor Dishub Solo untuk mencari solusi terbaik.
"Besok kami panggil ke kantor dari koas, jukir, pengelola. Kalau bisa kami arahkan jika koas bisa parkir di dalam," pungkasnya.
(aku/ams)
