DPC Gerindra Beri Peringatan Walkot Solo Usai Pasang Baliho Ultah Jokowi

DPC Gerindra Beri Peringatan Walkot Solo Usai Pasang Baliho Ultah Jokowi

Tara Wahyu NV - detikJateng
Kamis, 25 Jun 2026 18:53 WIB
Baliho ucapan ultah Jokowi di Jalan dr Wahidin, Purwosari, Laweyan, Solo, Senin (22/6/2026).
Baliho ucapan ultah Jokowi di Jalan dr Wahidin, Purwosari, Laweyan, Solo, Senin (22/6/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Solo -

Ketua DPC Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno, memberikan peringatan kepada Wali Kota Solo, Respati Ardi terkait pemasangan baliho ucapan ulang tahun Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi). Ardianto meminta Respati untuk lebih berhati-hati dan tidak sembrono dalam menempatkan alat peraga di area milik pemerintah.

"(Bakal ada sanksi dari partai untuk Mas Wali?) Nggak, nggak, cuma kita hanya memberi peringatan ke depannya supaya berhati-hati selaku tokoh di Kota Solo, pimpinan di Kota Solo itu harus mawas dirilah, tidak semau gue kayak gitu," katanya dihubungi awak media, Kamis (25/6/2026).

Ardianto menyebut, pemasangan baliho di titik-titik milik Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bisa memicu opini negatif di masyarakat. Ia khawatir muncul tudingan bahwa pemasangan tersebut menggunakan dana APBD.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Contohnya koreksinya kan biar ke depan Mas Wali tidak sembrono. Pasang baliho itu kan kalau itu di tempatnya untuk Pemkot ya ojo sembarangan. Cukup satu aja kalau satu kan wajar. Ucapan atau gimana. Kalau perlu ke swastanya, kan gitu to," ungkapnya.

Ia menyarankan agar Respati lebih banyak memanfaatkan titik reklame milik swasta jika ingin memasang baliho dalam jumlah banyak.

ADVERTISEMENT

"Kalau perlu ke swastanya, kan gitu toh Mas. Kalau swasta kan itu wajar mau 100 baliho nggak ada masalah. Karena kalau di lahan Pemda, orang semua pasti kan menuduhnya tetap pakai APBD no. Secara logika karena itu reklamenya punya Pemda," tegasnya.

Meski berencana melakukan klarifikasi langsung, Ardianto mengaku hingga saat ini belum bertemu dengan Respati Ardi. Hal ini dikarenakan kondisi kesehatannya yang sedang menurun.

"Belum ke sana, saya lagi nggak enak badan, lagi flu berat. Batuk terus, jadi belum ada pertemuan," ungkapnya.

Kendati demikian, Ardianto memastikan komunikasi akan tetap berjalan, baik melalui telepon maupun pemanggilan resmi nantinya. Ia menekankan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga marwah pemimpin di Kota Solo.

"Nanti by phone atau panggil nggak ada masalah, yang penting saya minta klarifikasi saja. Sebagai tokoh dan pimpinan di Kota Solo harus mawas diri, tidak bisa semau gue," imbuh Ardianto.

Terkait kabar yang menyebut internal Gerindra memanas, Ardianto menepis hal tersebut. Ia menegaskan bahwa teguran ini adalah hal biasa dalam politik demi kebaikan bersama. Saat ini, pihaknya baru memberikan peringatan lisan.

"Nggak ada yang panas, cuma prinsip saya hanya meluruskan saja. Ini baru sekali, jadi kita ingatkan dulu. Kalau diulangi lagi baru kita buat (sanksi) secara tertulis," jelasnya.

Terpisah, Wali Kota Solo, Respati Ardi mengakui kesalahannya dan siap menerima sanksi dari partai. Ia menegaskan bahwa akan mengikuti mekanisme partai.

"Ya silakan, silakan. Kami mengikuti mekanisme yang berlaku. Siap salah pokoknya," kata Respati.

Pemasangan baliho yang tersebar di sejumlah titik strategis Kota Solo ini juga memicu pertanyaan publik mengenai sumber pendanaannya. Respati sendiri tidak menjawab dengan gamblang, ia hanya memberikan isyarat mengambil uang dari kantong dan mengeluarkan sign love.

"Dari sini, (dari anggaran kantong sendiri mas?) ya periksa saja, silakan. Kan ada mekanisme pemeriksaan juga," pungkasnya.




(afn/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads