Ratusan calon mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) Magelang dari jalur prestasi SNBP dan tulis SNBT tercatat mundur. Jumlah itu dinilai kecil dibanding dengan jumlah mahasiswa yang diterima.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Untidar, Prof Suyitno, menyebut ada 60 dari 936 calon mahasiswa jalur SNBP yang mundur. Sementara di jalur SNBT ada 347 dari 2.418 peserta yang diterima memilih mundur.
"Yang tidak daftar ulang itu hanya 60 calon mahasiswa. Jadi hanya 6,4 persen, kan kecil banget itu," kata Suyitno saat dihubungi detikJateng, Kamis (25/6/2026).
"SNBT (17.212 pendaftar), kita daya tampungannya 2.418. Yang daftar ulang 2.071. Yang tidak daftar ulangan 347, presentasenya 14,4 persen. Ya, jadi 14,4 persen," lanjutnya.
Dia mengatakan pihak kampus tak mengetahui alasan para calon mahasiswa itu memilih mundur. Sebab, peserta yang ingin mundur hanya perlu tidak melakukan daftar ulang tanpa memberi alasan.
"Kalau alasannya itu, saya tidak tahu pasti ya. Karena kita kan hanya dapat data dari mereka saja, mereka tidak datang ke sini ngomong. Tapi, tiap-tiap tahun ya kisarannya segitu-segitu aja (jumlah yang tidak daftar ulang)," kata Suyitno.
Suyitno menyebut ada beberapa hal yang biasanya menjadi alasan. Seperti diterima di sekolah kedinasan atau memilih perguruan tinggi lain.
"Yang mungkin pertimbangannya itu dulu milih itu, tapi kemudian setelah ketompo (diterima) pikir-pikir. Namanya orang sekitar seribuan itu kan ya nggak bisa, semuanya orang konsisten. Orang berubah pikiran dalam hitungan bulan atau kalau tidak mereka diterima di perguruan tinggi kedinasan," ujar Suyitno.
Dia mengatakan pihaknya tak serta merta melakukan blacklist terhadap asal sekolah saat ada siswa yang diterima jalur SNBP itu memilih mundur. Blacklist disebut ditentukan oleh panitia pusat.
"Sudah. Jadi kami dapat datanya kan dari pusat yang blacklist itu dan ya kami terapkan," imbuhnya.
Menurutnya, sepanjang tak ada hal menonjol terkait mundurnya calon mahasiswa itu, sekolah tidak akan kena blacklist.
"Nggak secara begitu ketat (blacklist tahun berikutnya), saklek itu tidak. Sepanjang tidak parah ya. Parah itu artinya seperti main-main. Tapi, selama ini yang daftar di Untidar itu tidak ada yang berpikirnya itu hanya coba-coba main-main," kata dia.
Suyitno menjelaskan kekosongan kursi itu juga akan dimasukkan sebagai tambahan untuk jalur lainnya. Kekosongan dari jalur SNPB diberi ke jalur SNBT, sementara kekosongan di jalur tulis diberikan ke jalur mandiri.
"Jadi yang jalur tes, kita tambahin kuotanya untuk porsi yang kosong tadi. Lha yang SNBT ini juga ada yang tidak daftar ulang. Nah itu, kemudian yang tidak daftar itu yang kursi kosongnya kita geser ke (penerimaan jalur) mandiri," bebernya.
Untuk jalur mandiri di Untidar ada melalui jalur tulis, UTBK, prestasi dan kerja sama. Untuk jalur mandiri rencananya bakal diumumkan pada, Senin (30/6) mendatang.
(afn/ams)