Viral Rombongan Matel Tarik Mobil Bakul Bakso di Mijen Semarang

Viral Rombongan Matel Tarik Mobil Bakul Bakso di Mijen Semarang

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Rabu, 24 Jun 2026 10:08 WIB
Apa Itu Matel atau Mata Elang? Ini Penjelasan dan Cara Menghadapinya
Ilustrasi Matel atau Mata Elang. Foto: freepik/Freepik
Semarang -

Video aksi penarikan mobil milik pedagang bakso di Mijen, Kota Semarang, oleh beberapa orang yang diduga debt collector (DC) atau 'mata elang' alias matel jadi viral di media sosial. Polrestabes Semarang menyatakan tengah mendalami masalah itu.

Diketahui, vdeo penarikan mobil itu viral usai diunggah akun Facebook Mik Semar. Tampak sejumlah pria diduga DC mendatangi lapak pedagang bakso di sekitar Pasar Jatisari Elok, Kecamatan Mijen.

Video lain juga menunjukkan adanya keributan yang diduga berkaitan dengan persoalan tersebut di depan sebuah ruko pada malam hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"kasihan nasib penjual bakso di mijen jatisari..mobil yg niat nya menggadai d tarik paksa oleh dc dr (nama salah satu bank) semarang," tulis akun Facebook Mik Semar, dilihat detikJateng, Rabu (24/6/2026).

Akun itu menyebut, pedagang bakso akhirnya menaati saran debt collector dan satpam yang memintanya menutung lapak agar tak terjadi keributan.

ADVERTISEMENT

"bpk penjual bakso ini masih posisi jualan mencari nafkah buat anak istrinya..karena tertekan oleh pihak dc dan satpam perumhan bpk penjual bakso ini akhirnya tutup
warung," lanjutnya.

Respons Polrestabes Semarang

Saat dimintai konfirmasi, Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman terhadap kasus itu.

"Terkait informasi yang beredar mengenai dugaan penarikan kendaraan oleh pihak yang diduga debt collector terhadap seorang pedagang bakso di wilayah Mijen, saat ini Polrestabes masih melakukan pendalaman," kata Riki melalui pesan suara kepada detikJateng.

Ia mengatakan, pihak kepolisian masih mencari keterangan untuk memperoleh fakta di lapangan saat terjadinya kasus penarikan itu.

"Dan untuk memastikan fakta-fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan," ucapnya.

Riki mengatakan, Polrestabes Semarang mengimbau seluruh pihak bisa menyelesaikan permasalahan pembiayaan kendaraan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

"Karena untuk menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan ataupun merugikan pihak lain," tuturnya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang tersandung kasus serupa untuk melapor kepada pihak kepolisian agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Dan juga apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan atau menjadi korban di dalam peristiwa tersebut, kami mempersilakan untuk membuat laporan ke kepolisian," imbaunya

"Polrestabes Semarang tentunya akan menindaklanjuti setiap pelaporan masyarakat secara profesional, proporsional, dan berdasarkan fakta hukum yang ditemukan," lanjutnya.

Cerita Warga Sekitar

Terpisah, Ketua RT 7 RW 7 Kelurahan Jatisari, Bambang membenarkan adanya insiden yang viral tersebut. Menurutnya, insiden penarikan mobil itu terjadi sekitar sepekan lalu dan menyita perhatian warga.

"Kejadiannya dari sore, kira-kira seminggu lalu," kata Bambang di rumahnya.

Ia menyebut, ada sekitar lima orang yang datang secara bergerombol menggunakan mobil dan diduga hendak menemui pedagang bakso tersebut. Mereka berada di lokasi sekitar 4 jam dan menyebabkan kegaduhan.

"Datang rombongan naik mobil DC-nya. Kondisinya ramai, ada pengunjung. Ada Bhabin sama satpam, cuma nggak izin lingkungan atau RT sini," katanya.

Bambang mengaku tidak mengetahui detail persoalan yang terjadi. Namun, ia membenarkan bahwa lapak bakso yang menjadi sorotan dalam video viral itu kini sudah tidak lagi beroperasi.

"Iya, tutup. Setelah kejadian itu emang belum buka kembali sampai hari ini," ucapnya.

Bambang mengatakan, warga juga sempat resah karena tidak ada pemberitahuan kepada pengurus lingkungan terkait kedatangan rombongan tersebut. Menurutnya, aktivitas yang berpotensi menimbulkan keramaian seharusnya dikoordinasikan terlebih dahulu dengan ketua RT setempat.

"Ya lumayan ganggu. Apalagi DC sering masuk sini, meresahkan jadinya," katanya.

Setelah video tersebut viral, sejumlah warga juga mendatangi pengurus lingkungan untuk menanyakan kejadian yang sebenarnya.

"Warga juga tanya-tanya ke kita, tapi kan warga nggak tahu," ujarnya.




(dil/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads