Perempuan di Semarang Kritik Program MBG Sambil Masak

Perempuan di Semarang Kritik Program MBG Sambil Masak

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Selasa, 23 Jun 2026 18:28 WIB
Aksi Bara Puan di Kota Semarang minta evaluasi MBG sambil memasak di halaman Gubernuran, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Selasa (23/6/2026).
Aksi Bara Puan di Kota Semarang minta evaluasi MBG sambil memasak di halaman Gubernuran, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Selasa (23/6/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Sejumlah perempuan di Kota Semarang yang tergabung dalam kelompok Bara Puan menggelar demonstrasi di halaman Gubernuran Semarang. Mereka menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) sambil memasak.

Pantauan detikJateng di halaman Gubernuran, Jalan Pahlawan, Kelurahan Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Selasa (23/6/2026), massa aksi tiba sekitar pukul 17.00 WIB.

Mereka membawa peralatan dan sayur-mayur. Mereka terlihat mengolah masakan dari kangkung, tempe, ikan, kerang, telur, dan bahan-bahan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka juga membawa poster bertuliskan 'Dapur Umum Banget', 'SPPG Satuan Penolak Prabowo Gibran', hingga 'Dapur Ini Milik Rakyat'. Meski rintik-rintik hujan sempat turun di halaman Gubernuran, mereka tetap semangat memasak.

ADVERTISEMENT

Perwakilan Bara Puan, Tuti Wijaya, mengatakan aksi kali ini mengusung tema 'Dapur Umum Banget' untuk memperlihatkan kondisi riil dapur umum. Ia pun menyoroti dapur umum program MBG, yakni satuan pelayanan dan pemenuhan gizi (SPPG).

"Makna dari dapur umum sendiri kita mencoba untuk menarik konteks bagaimana di wilayah pedesaan juga harus bisa dibawa ke kota, apalagi dengan ikon-ikon atau bahan makanan yang kita bawa dari desa yang memang sedang berjuang," kata Tuti di halaman Gubernuran.

Ia mengatakan konsep dapur umum sendiri selaras dengan bahan makanan yang digunakan salah satunya beras dari petani Sumberrejo. Petani di Sumberrejo saat ini diketahui berjuang mempertahankan ruang hidupnya dengan menolak tambang.

"Karena MBG ternyata kepemilikannya bukan masyarakat, jadi 'umum bangetnya' itu ini milik semua orang, kepemilikan warga," ucapnya.

Dari aksi dapur umum banget hari ini, ia menuntut adanya evaluasi MBG yang, menurutnya, tak pernah dilakukan.

"Makanya seharusnya dapur-dapur seperti ini sudah harus ada. Inilah sejujurnya dapur untuk rakyat," ucapnya.

"Kami ini aksi ingin menunjukkan bahwasanya ini loh benar-benar dapur umum yang seharusnya pemerintah juga lakukan, nggak seperti MBG yang sekarang diselenggarakan," ujarnya.




(ams/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads