Wali Murid Geruduk Disdik Semarang Sambat Data KK Tak Sinkron Sistem SPMB SMP

Wali Murid Geruduk Disdik Semarang Sambat Data KK Tak Sinkron Sistem SPMB SMP

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Senin, 22 Jun 2026 14:47 WIB
Suasana kantor Disdik Kota Semarang di Kecamatan Candisari saat hari pertama SPMB jenjang SMP, Senin (22/6).
Suasana kantor Disdik Kota Semarang di Kecamatan Candisari saat hari pertama SPMB jenjang SMP, Senin (22/6). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Semarang -

Ratusan calon wali murid SMP berdatangan ke kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang untuk berkonsultasi terkait kendala Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Sebagian mengeluhkan data kartu keluarga belum sinkron dengan sistem.

Pantauan detikJateng di lokasi pada Senin (22/6) pukul 12.30 WIB, ratusan wali murid datang ke posko pelayanan SPMB di kantor Disdik Kota Semarang di Kecamatan Candisari.

Mereka tampak mengambil nomor antrean. Sebagian lainnya tengah berkonsultasi dengan petugas Disdik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang warga asal Kecamatan Semarang Timur, Fatimah (51), hendak mendaftarkan cucu laki-lakinya ke SMPN 6 Semarang. Dia mengaku mengalami kendala saat hendak mendaftarkan cucunya ke sekolah.

Adapun kendala yang dialami Fatimah yakni berkaitan dengan sistem SPMB. Data di kartu keluarga (KK) cucunya telah berganti sebab orang tua dari cucunya tersebut telah meninggal, sementara data tersebut belum tersinkronkan dengan portal SPMB.

ADVERTISEMENT

"KK-nya sudah berganti, orang tuanya kan meninggal. Di sistem belum ganti," kata Fatimah saat ditemui detikJateng di kantor Disdik Kota Semarang, Senin (22/6/2026).

Fatimah mengetahui data tersebut belum tersinkronkan pada Minggu (21/6) malam. Pada pagi tadi dirinya langsung menuju ke sekolah.

Fatima menerangkan, dirinya hendak meminta petugas di Disdik untuk memverifikasi data terbaru KK cucunya. Sebelumnya dirinya telah pergi ke SMPN 6 Semarang.

"Ke sini supaya di-ACC. Kan ke sekolahan tadi katanya ke dinas saja supaya cepat di-ACC. Supaya cepat diselesaikan," tuturnya.

Senada dengan Fatimah, seorang orang tua sambung asal Tembalang, Andik (35), juga mengalami kendala serupa. Dia baru mengetahui data KK anaknya yang terbaru tidak sinkron dengan portal SPMB saat mengecek secara daring siang ini.

Andik pun langsung menuju ke kantor Disdik Kota Semarang untuk berkonsultasi. Sebab, katanya, data yang tertera di portal SPMB nama wali murid masih tertulis mantan ayah calon siswa SMPN 8 Semarang.

"(Datang ke kantor Disdik) Untuk verifikasi saja. Kan orang tuanya cerai, ada nama ayahnya. Tidak tersinkron di sistemnya SPMB," terang Andik.

Dia juga sempat datang ke SMPN 8 Semarang untuk mengecek data SPMB. Untuk menyinkronkan data KK, Andik diarahkan untuk pergi ke kantor Disdik Kota Semarang.

"Ke SMP-nya itu. Kok beda terus diarahkan ke sini," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Semarang, Muhammad Ahsan, menerangkan kasus tersebut lazim ditemukan.

"Beberapa kasus seperti itu. Jadi, KK sudah diubah, meskipun kami pemadanan sudah update ya, mungkin dia pengubahnya setelah kami pemadanan dengan Dukcapil. Jadi, itu mungkin saja terjadi," kata Ahsan.

Kendati demikian, Ahsan mengatakan, pihaknya telah menyiapkan solusi. Petugas Dukcapil telah berada di posko SPMB.

"Solusinya kan kami layani juga Dukcapil di sini. Dilayani teman-teman dari Dukcapil yang ada di posko ini, diselesaikan di sini, lalu proses pendaftaran dilanjutkan," pungkasnya.




(alg/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads