Aksi Mogok Pedagang Daging Sapi Magelang Berlanjut Hari Ini

Eko Susanto - detikJateng
Jumat, 19 Jun 2026 11:52 WIB
Suasana los daging sapi di Pasar Rejowinangun Magelang sepi karena pedagang mogok jualan, Jumat (19/6/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Pedagang daging sapi di Magelang hari ini masih mogok berjualan. Mogok berjualan ini untuk menyikapi kelangkaan sapi dan harga sapi yang mahal.

Pantauan detikJateng, Jumat (19/6/2026) pukul 09.19 WIB, deretan los daging sapi di Pasar Rejowinangun, Kota Magelang, tampak sepi. Tak ada aktivitas jual beli di los daging sapi di pasar tersebut.

Los daging sapi ini berada di lantai 2 yang lokasinya persis berdekatan dengan parkir sepeda motor. Oleh karena itu, pengunjung pasar yang memarkirkan sepeda motor bisa langsung melihat los daging sapi.

Sepinya los daging sapi ini terjadi sejak kemarin Kamis (18/6) karena pedagang mogok jualan. Tampak los kosong dengan telenan kayu yang tergeletak di kios.

Los daging yang biasanya ramai pembeli ini pun terasa lengang. Rencananya pedagang daging sapi bakal menggelar aksi di DPRD Kota Magelang pukul 14.00 WIB nanti.

"Kami hari ini sekitar jam 14.00 WIB ke DPRD Kota Magelang. Iya (masih rangkaian libur berjualan)," kata Ketua Paguyuban Pedagang Daging Sapi Pasar Rejowinangun, Maryati saat dihubungi.

Maryati mengatakan alasan libur jualan karena momen kelangkaan daging sapi dan harga daging yang melambung. Dia mencontohkan, harga karkas sapi dalam kondisi normal hanya Rp 90 ribu.

"Tahun ini tinggi sekali (harganya). Sekarang karkas Rp 112 ribu sampai Rp 115 ribu," katanya.

Suasana los daging sapi di Pasar Rejowinangun Magelang sepi karena pedagang mogok jualan, Jumat (19/6/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng

Meski pedagang mogok menjual daging sapi, para pedagang daging kambing masih terus jualan. Menurutnya, penjualan daging kambing masih stabil.

"Nggak ada pengaruh (mogok pedagang daging sapi). Kami hari ini potong dua ekor kambing," kata pedagang daging kambing, Iis (45).

Iis menyebut harga daging kambing saat ini Rp 35 ribu per kilogram. Lalu kepala kambing Rp 75 ribu per kilo yang saat ini dibeli konsumen rumah tangga.

Penjual Soto Ikut Libur

Di sisi lain, kelangkaan daging sapi juga mempengaruhi pedagang makanan seperti soto. Pedagang soto ini mengaku libur jualan sejak hari ini sampai Minggu (21/6) karena tak ada daging sapi.

"Untuk tiga hari ke depan libur, memang nggak ada daging. Jumat sampai Minggu libur," kata Generasi ketiga Soto Mbah Kromo, Upid Saryati, saat ditemui hari ini.

"Nggak ada daging. Kemarin kan mbaknya (penjual daging) sudah menyampaikan karena tidak ada daging. Libur sampai hari Minggu, Senin baru mulai (jualan soto)," ujarnya.

Sapi Langka Terdampak Nilai Tukar Rupiah

Terpisah,Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang, Agus Dwi Windarto mengatakan kelangkaan sapi ini tak terlepas dari imbas nilai tukar dollar. Hal ini mengakibatkan kegiatan impor sapi ikut terdampak.

"Ini juga imbas dari nilai tukar dollar kita yang tinggi, satu rupiah sampai Rp 17.800-an. Lha itu juga berimbas terhadap sapi-sapi impor BX untuk menyuplai bisa menstabilkan harga juga mengalami kenaikan juga," kata Agus.

"Selama tiga hari mereka tidak jualan di pasar-pasar. Kami informasikan kepada masyarakat untuk sementara waktu mereka bisa memenuhi kebutuhan proteinnya mengambil sumber-sumber protein selain daging sapi, bisa daging kambing, ikan, ayam dan sebagainya," sambung Agus.



Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pasar, Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Mikro (DPPKUM), Dono Herianto. Menurutnya, konsumen rumah tangga bisa mengalihkan sumber protein lainnya.

"Dar protein nabati, dari susu, telur, ayam juga. Kalau dari sisi kebutuhan daging untuk instansi yang besar (restoran) biasanya sudah dengan kontrak dengan produsen sendiri," ujarnya.



Simak Video "Video: Dalam Sekejap, 7 Gunungan Kupat Berisi Uang Diperebutkan di Magelang"

(ams/ahr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork