Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus mengungkapkan Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi) akan segera memakai jaket PSI sebagai tanda resminya menjadi Ketua Dewan Pembina. Bahkan, pihaknya akan memberikan jaket paling bagus.
"Jaketnya segera, dan paling cakep nanti jaket itu, Insyaallah," katanya ditemui di Sumber, Banjarsari, Rabu (17/6/2026).
Bestari mengatakan jaket untuk Jokowi akan diberikan dalam waktu dekat. Hanya saja, ia tidak merinci kapan akan diberikan ke Jokowi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam waktu yang tidak terlalu lama," ucapnya.
Menurutnya, jaket tersebut akan diberikan langsung oleh Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep. Ia meminta publik untuk memberikan ruang untuk Kaesang.
"Dan itu menjadi ranah Ketua Umum untuk menyampaikannya kepada publik. Kasihlah ruang buat Ketua Umum, jangan kita borong semua, kan begitu," tuturnya.
Bestari menyebut banyak yang berpindah ke PSI karena komitmen Jokowi untuk bekerja keras untuk PSI. Salah satunya adalah dirinya yang memilih bergabung ke PSI setelah sebelumnya merupakan kader Nasdem.
"Semua orang tanpa terkecuali pada hari ini sangat ingin login PSI. Kira-kira gitu. Ah, termasuk saya. Saya pindah dari partai sono, ya kan, pindah ke PSI karena Pak Jokowi menyatakan secara tegas mengatakan bahwa 'Saya akan mendukung PSI dan saya akan bekerja keras untuk PSI'. Itu motivasi buat saya dari Pak Jokowi, kira-kira itu," pungkasnya.
Dilansir dari detikNews, Ketua DPP PSI Bestari Barus mengatakan partainya akan segera melakukan penyematan jaket PSI kepada Presiden ke-7 RI Jokowi sebagai tanda resminya menjadi Ketua Dewan Pembina. Bestari mengatakan penyematan jaket itu juga menjadi penanda Jokowi tak lagi bersama PDIP.
Bestari mengatakan penyematan jaket akan dilakukan Ketum PSI Kaesang Pangarep. Namun Bestari belum memastikan kapan tepatnya penyematan jaket tersebut.
"Ya, bisa seperti itu (sebelum keliling), bisa mengalir. Yang paling penting adalah bahwa menjadi permakluman publik Pak Jokowi itu bukan sekadar kata-kata saja," kata Bestari kepada wartawan, Sabtu (13/6/2026).
"Tetapi nanti, setelah disematkan jaket itu dan diumumkan secara resmi oleh Ketua Umum, itu menjadi permakluman publik sebesar-besarnya bahwa Pak Jokowi sudah bersama PSI dan tidak lagi bersama PDI," sambungnya.
Dia mengatakan rencana Jokowi menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina PSI telah disampaikan sebelumnya oleh Kaesang dalam sejumlah kunjungan. Termasuk di Sumatera Selatan dan Lampung.
"Tentunya kalau soal jaketnya itu kan simbolik. Penjaketan itu simbolik tentu menyesuaikan dengan waktu dan tempat nanti di mana Ketua Umum yang akan menyematkan secara simbolis, dimulainya efektifnya beliau nanti Pak Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina," ujarnya.
(alg/afn)
