Pengantin pria di Desa Kuncir, Wonosalam, Demak, terpaksa menahan sakit dipukuli buntut melerai ricuh dangdutan di pesta pernikahannya sendiri. Mempelai pria itu pun luka memar di bagian kepalanya.
Kabar itu beredar di akun Instagram @liputanseputar_kebonagung, Jumat (12/6/2026). Peristiwa itu disebut terjadi di Desa Kuncir Wonosalam, Demak.
"Benar semalam sekitar jam 22.00 WIB, kejadiannya di depan rumah pemilik hajatan, perangkat desa bernama Pak Subur di Dusun Tapen, Desa Kuncir, Wonosalam," kata Kapolsek Wonosalam AKP Rusmanto saat dimintai konfirmasi detikJateng, Jumat (12/6).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusmanto menyebut hiburan musik itu awalnya berlangsung lancar. Acara pernikahan itu juga dihadiri warga dari tempat asal mempelai pria, Kecamatan Gajah, Demak.
"Dari awal memang dipisahkan untuk yang dari Kuncir itu di depan, kemudian yang dari Gajah di belakang. Awalnya lancar acaranya, tidak ada masalah apa-apa," ujar Rusmanto.
Namun, semakin malam suasana semakin tak terkendali. Mulai terjadi senggolan antara penikmat musik dangdutan itu.
"Lama-kelamaan senggol-senggolan yang dari Kuncir sama tamu dari Gajah, akhirnya terjadi kericuhan sampai musik dihentikan," ungkap Rusmanto.
Sejumlah orang, termasuk mempelai pria, pun turun tangan melerai dua kelompok yang berseteru. Apesnya, manten pria itu jadi bonyok gegara kena pukul.
"Akhirnya pada mencoba memisahkan, termasuk mempelai prianya. Tapi karena yang dari Kuncir tidak tahu, kan mempelai pria itu juga baru di situ, akhirnya jadi sasaran pemukulan sampai mempelai pria memar di bagian kepala," kata Rusmanto.
Acara hiburan itu disebut sudah mendapat izin dari kepolisian setempat. Pihaknya juga berjaga di lokasi saat insiden itu terjadi.
Kasat Reskrim Polres Demak AKP Arlan Budi Kusuma mengatakan pihaknya juga sudah datang ke lokasi kejadian. Dia menyebut kasus itu berakhir dengan kekeluargaan.
"Saat ini, pihak keluarga mempelai pria dan mempelai wanita sudah melakukan musyawarah dan hasilnya memutuskan untuk berdamai," pungkas Arlan.
