Eks kiper Persiku Kudus, Nuri Agus Wibowo, dilaporkan hilang dari rumah. Pihak keluarga mengungkap Nuri sempat mengalami kecelakaan di Karanganyar.
Kabar Nuri hilang itu salah satunya diunggah oleh akun instragam @nusaliga. Kakak Nuri, Barep Wahyudi, membenarkan kabar tersebut. Dia mengatakan, setelah kontrak adiknya habis dengan Persiku pada Februari lalu, Nuri kembali ke rumah di Karanganyar. Namun saat di rumah, dia mengalami kecelakaan lalu lintas.
"Kecelakaannya saat dia sudah di Karanganyar. Dia bonceng temannya cari makan, magrib itu dia ditabrak motor yang lawan arah. Untung ada CCTV dan ada bukti, sehingga yang menabrak mengakui salah. Alasannya ngantuk," kata Barep saat dihubungi detikJateng, Jumat (12/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat kecelakaan itu Nuri mengalami luka patah salah satu jari kaki kiri, dia sempat mendapatkan penanganan medis atas luka yang ia alami. Nuri harus menjalani masa pemulihan 4-5 bulan.
Barep mengatakan, kondisi itu membuat adiknya depresi. Ditambah, Nuri sempat mengalami benturan di kepala saat berlaga di Liga 2 melawan Persiba.
"Paska operasi dia masih masa pemulihan, dibilangi dokter 4-5 bulan. Mungkin Nuri dibilangi dokter itu langsung drop, tidak mau besar hati. Harusnya kan momen seperti ini bisa ia manfaatkan untuk istirahat, untuk pemulihan cedera, dan harus besar hati," jelasnya.
Dia sudah sering menguatkan adiknya supaya fokus pada masa pemulihan, agar bisa kembali merumput lagi. Barep meminta adiknya fokus pada asupan nutrisi agar cepat sembuh.
Barep mengatakan, adiknya memang sering kepikiran dengan cedera yang tengah dialami. Sebab, kontraknya dengan Persiku sudah habis, dan di libur kompetisi ini, Nuri tidak bisa mencari tambahan dengan bermain di Tarkam. Terlebih, Nuri orangnya lebih pendiam.
"Setelah dia ditabrak motor itu, dia seperti depresi dan kepikiran terus pekerjaannya seperti apa," ucapnya.
Hingga saat ini, pihak keluarga menduga kepergian Nuri karena ingin menenangkan diri. Meski caranya yang dianggap salah.
"Mungkin dia pergi untuk menenangkan diri, dan mungkin dia juga terlalu berfikir beban karena cederanya. Tapi tidak begitu caranya, langsung pergi tanpa pamit," kata dia.
Barep juga menjelaskan pada Senin (8/6) pukul 09.30 WIB, Nuri memutuskan keluar rumah di daerah Jungke Karanganyar dengan meninggalkan HP, membawa sejumlah pakaian, dan tanpa pamitan.
Hal itu diketahui setelah ada laporan dari teman Nuri, jika adiknya tidak di rumah dengan HP yang ditinggal. Barep kemudian mengecek kamera CCTV rumah, dan didapati Nuri pergi dengan memesan ojek online (Ojol).
Karena sudah 1X24 jam adiknya tidak kunjung kembali, Barep kemudian melakukan pencarian dengan menelusuri ojol yang dipesan Eks kiper Timnas U-23 itu.
"Se-Karanganyar tak cari-cari drivernya akhirnya ketemu. Saya tanyakan apakah dia mengantar pelanggan dengan ciri-ciri ini, lalu saya tanya dari Jongke diantar ke mana. Katanya diturunkan di Indomaret dekat RS Kasih Ibu, Purwosari," kata Barep.
Sejumlah hotel dan agen travel didatangi hingga sempat ada kabar pada Rabu (10/6) adiknya naik travel ke Parakan, Temanggung. Dia langsung menghubungi rekan-rekannya di sana untuk bantu mencari.
Ternyata Nuri ke Temanggung menuju ke rumah salah satu temannya yang dulu pernah bermain satu klub di Madura United. Barep kemudian datang ke Temanggung, namun Nuri sudah pergi lagi.
"Dia mengatakan dua hari di tempatnya, dan memang tidak bawa HP karena ingin refreshing. Kebetulan temannya itu juga cedera mau terapi ke arah Magelang. Nuri ikut, tapi minta diturunkan di pinggir jalan dekat Artos," jelasnya.
Ternyata setelah terapi, rekan Nuri kembali kehilangan jejak. Saat itu dikira Nuri hanya jalan-jalan tapi ternyata tidak kembali.
Barep mengatakan kehilangan jejak di Magelang. Dia telah meminta bantuan ke teman-temannya untuk membantu mencari Nuri. Meski demikian, dia belum melaporkan hilangnya adiknya ke petugas kepolisian.
"Saya masih menunggu kabar dari teman-teman, saya minta untuk mencari di agen travel dan pusat keramaian. Karena dia tidak bawa HP, konektivitasnya terbatas," ujarnya.
(alg/apu)
