Jembatan Gempol di perbatasan Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, dan Desa Kadilanggon, Kecamatan Wedi, Klaten, mulai dibongkar. Jembatan itu sebelumnya ditutup karena ambles. Ini jalur alternatifnya.
"(Pembongkaran) Sudah dimulai sejak Senin. Rambu sudah dipasang di lokasi," kata Kepala Dinas PUPR Klaten, Suryanto kepada detikJateng, Rabu (10/6/2026).
Suryanto mengatakan, sosialisasi kepada masyarakat sudah dilakukan. Pembangunan jembatan itu akan berlangsung selama lima bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti lima bulan, sampai Oktober, badan jembatan dibongkar total. Masyarakat bisa menggunakan jalur alternatif yang ada," ujar dia.
"Untuk truk muatan berat atau material (dari Klaten-Gunungkidul atau sebaliknya) dilewatkan jalan DPU," imbuh Suryanto.
Sekdes Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Candra Teguh Prakoso mengatakan alat berat mulai di lokasi sejak Senin (8/6) lalu. Kendaraan sudah tidak bisa melintas di jembatan itu.
"Sudah tidak bisa karena ada dua jembatan dibongkar, di Utara jembatan Kadilanggon dan di selatan jembatan Gempol," kata Candra kepada detikJateng.
Mengenai jalur alternatifnya, Candra mengatakan, kendaraan dari arah Kabupaten bisa belok kiri lewat Desa Karangturi. Untuk kendaraan roda dua ada alternatif jembatan ke arah Desa Kadilanggon.
"Kendaraan roda dua bisa lewat Desa Karangturi, tapi jembatan hanya kecil. Kendaraan roda empat tetap lewat jembatan merah lewat Pesu ke arah Wedi," katanya.
Terpisah, Camat Gantiwarno, V Retno Setyaningsih menjelaskan dengan dibangunnya jembatan tersebut, ada dua jalur alternatif. Kendaraan roda dua bisa lewat Desa Karangturi.
"Motor bisa lewat perempatan Desa Karangturi ke Utara ada jembatan kecil yang dijaga relawan. Tapi kalau roda empat ya lewat Desa Karangturi, Desa Jogoprayan, jembatan merah, Desa Pesu ke Masjid Jami Kecamatan Wedi. Cuma itu dan tidak ada yang lain," kata Retno kepada detikJateng.
Sebelumnya diberitakan, jembatan Gempol di perbatasan Desa Karangturi Kecamatan Gantiwarno dan Desa Kadilanggon Kecamatan Wedi, ambles. Jembatan penghubung Klaten-Gunungkidul itu kini ditutup karena rusak parah.
Pantauan detikJateng di lokasi, Jumat (2/1/2025), jembatan sepanjang sekitar 25 meter tersebut retak di ujung utara dan selatan. Tembok pondasi kanan dan kiri di sisi utara retak dan longsor.
Badan jembatan di atas Sungai Dengkeng tersebut melengkung. Dinas Perhubungan Pemkab Klaten, DPUPR, dan kepolisian menutup lokasi dengan water barrier dan police line.
Seorang warga Desa Kadilanggon, Kecamatan Wedi, Sutarjo (63) mengatakan jembatan itu berada di ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Klaten dan Gunungkidul.
"Ini jalur penghubung lalu lintas Klaten dan Gunungkidul. Ini mendadak (rusaknya), tidak diduga sebelumnya," ujar Sutarjo saat itu.
Menurut dia, jembatan yang dikhawatirkan rusak itu di sisi utara desa karena sudah ambles lama. Ternyata yang ambles malah jembatan di selatan.
"Ternyata malah ini yang ambles. Ya harapannya segera dibenahi, (jembatan tidak bisa dilewati) ini merepotkan warga," ucapnya.
(dil/apl)
