Lumba-lumba Terdampar di Perairan Demak, Sempat Dikira Hiu

Lumba-lumba Terdampar di Perairan Demak, Sempat Dikira Hiu

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Selasa, 09 Jun 2026 22:39 WIB
Seekor lumba-lumba ditemukan terdampar di pemecah ombak Dusun Wonorejo, Timbulsloko, Sayung, Demak, Selasa (9/6/2026).
Seekor lumba-lumba ditemukan terdampar di pemecah ombak Dusun Wonorejo, Timbulsloko, Sayung, Demak, Selasa (9/6/2026). Foto: dok. Kapolsek Sayung AKP Suprapto
Demak -

Seekor lumba-lumba terdampar di pemecah ombak Dusun Wonorejo, Timbulsloko, Sayung, Demak. Warga sempat mengira lumba-lumba itu ikan hiu.

Video evakuasi lumba-lumba itu diunggah salah satunya oleh akun Instagram @infokejadiandemak. Terlihat seorang pria naik perahu kecil sedang mengarahkan lumba-lumba yang terdampar di area yang ditanami mangrove.

Pria berbaju biru itu mendayung perahu menggunakan dua piring plastik berwarna putih. Ia terlihat mendorong lumba-lumba menuju ke tengah lautan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat dimintai konfirmasi, Kapolsek Sayung, AKP Suprapto membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan peristiwa itu terjadi pada Selasa (9/6) sekitar pukul 16.00 WIB.

ADVERTISEMENT

"Yang melihat itu memang warga situ (Wonorejo) yang rumahnya dekat dengan perairan yang ujung itu. Memang dia melihat. Di situ kan ada ada pemecah ombaknya itu bis-bis kayak gitu, nah, jadi ikan lumba-lumbanya itu memang terdampar di situ," kata Suprapto melalui sambungan telepon pada detikJateng, Selasa (9/6/2026).

Suprapto menuturkan bahwa hanya ada satu lumba-lumba yang terdampar. Ukurannya pun relatif kecil untuk ukuran lumba-lumba.

"Satu tok. Kayak isih anakan, wong sak mondo iku kok, sama perahu yang ndorong itu hampir seimbang," terang Suprapto.

Suprapto menjelaskan kondisi air di lokasi itu sedang mulai surut. Hal itu lah yang menyebabkan lumba-lumba sulit bergerak dan terdampar.

"Posisi itu kan memang kondisi ini mau surut. Jadi meskipun surut tapi masih ada airnya sedikit-sedikit, belum tampak kayak, kalau surut pol itu biasanya tampak kaya lumpur-lumpurnya, pasirnya. Ketinggian air kurang lebih satu meter," jelas Suprapto.

Suprapto menyebut warga sempat mengira lumba-lumba itu adalah ikan hiu, karena awalnya yang tampak adalah sirip atasnya. Namun setelah dicermati, ikan itu rupanya lumba-lumba.

"Dikirain itu kayak hiu, makane warga kan loh ternyata itu lumba-lumba, nek hiu rak wani to ya. Posisi terdampar itu kan nyangkut-nyangkut di pinggir-pinggir bis kan kelihatan to itu wong masih sore kan masih kelihatan jelas. Nek hiu yo rak wani, nek dibrakot piye?" tutur Suprapto.

Kondisi air payau membuat warga khawatir anakan lumba-lumba itu bisa mati jika terlalu lama dibiarkan terdampar. Seorang warga kemudian bergegas melakukan evakuasi.

"Karena sudah di pinggir itu kan kondisi airnya kan agak-agak bercampur dengan payau, akhirnya memang kasihan lomba-lomba itu nek keterusan iso mati ning pinggir," kata Suprapto.

"Pak Zaenal itu yang melihat langsung makanya dengan inisiatif dia akhirnya menggunakan perahunya sendiri supaya lumba-lumbanya itu bisa geser ke sana (tengah laut)," imbuhnya.

Suprapto mengatakan bahwa lumba-lumba itu sudah berhasil kembali ke laut lepas. Proses evakuasi memakan waktu sekitar satu jam.

"Iya (sudah kembali ke laut), jam 17.00 WIB sudah didorong Pak Zaenal," ujar Suprapto.




(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads