Kabar baik bagi para pendaki yang gemar mendaki Gunung Slamet. Setelah ditutup selama dua bulan akibat peningkatan aktivitas vulkanik, jalur pendakian bakal dibuka lagi besok (10/6). Namun, tetap ada pembatasan bagi para pendaki.
Diketahui, keputusan membuka lagi jalur pendakian berdasarkan keputusan bersama pengelola jalur lingkar Gunung Slamet, pihak Pos Pengamatan Gunung Api, dan Perhutani.
"Hasil keputusan bersama teman-teman lingkar Gunung Slamet, komunikasi sama pos pemantauan akhirnya pendakian dibuka lagi per tanggal 10 Juni," kata Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, Sugeng Utomo, saat dihubungi detikJateng, Selasa (9/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sugeng, keputusan membuka kembali jalur pendakian diambil setelah radius aman diturunkan dari 3 kilometer menjadi 2 kilometer. Meski status Gunung Slamet masih berada di Level II atau waspada, kondisi gunung dinilai relatif stabil.
"Ada gambaran bisa dikatakan normal, walaupun statusnya masih di level dua," ujarnya.
Sugeng menjelaskan, dasar pertimbangan pembukaan jalur mengacu pada laporan khusus Badan Geologi dan hasil komunikasi intensif dengan petugas pos pengamatan.
"Berdasarkan edaran laporan khusus dari Badan Geologi, lalu kami berkomunikasi dengan pihak pos. Ternyata jalur bisa dibuka dengan penekanan jangan sampai masuk radius aman 2 kilometer," jelasnya.
Selain itu, pemantauan visual selama beberapa waktu terakhir menunjukkan tidak ada lonjakan aktivitas vulkanik yang signifikan.
"Pengamatan secara visual ternyata tidak ada lonjakan yang signifikan, jadi akhirnya dibuka," katanya.
Hingga Selasa pagi, menurut dia kondisi Gunung Slamet masih dinyatakan normal dan berada dalam batas aman untuk aktivitas pendakian terbatas.
Meski dibuka kembali, pengelola menerapkan pembatasan kuota pendaki, khususnya untuk jalur Pos Bambangan di Kabupaten Purbalingga.
"Rencana jumlah pendaki dari 700 sampai 900 orang. Itu sudah pembatasan kuotanya," kata Sugeng.
Ia menjelaskan sistem kuota akan disesuaikan dengan jumlah pendaki yang naik dan turun setiap hari.
"Contohnya kalau naik 350 orang lalu turun 350 orang, berarti besoknya naiknya juga segitu. Akumulasinya seperti itu," jelasnya.
Sugeng mengatakan untuk alasan keselamatan, pendaki hanya diperbolehkan mencapai Pos 9 atau Pelawangan, yang menjadi batas vegetasi terakhir sebelum area puncak.
"Pendaki hanya dibolehkan sampai Pos 9 atau Pelawangan, batas vegetasi. Pengawasannya nanti lebih diperketat," ujar Sugeng.
Tim SAR dan petugas basecamp juga akan disiagakan di kawasan Pelawangan untuk memastikan pendaki tidak melanggar batas aman.
"Teman-teman basecamp dan tim SAR akan stay di daerah Pelawangan," katanya.
Jalur pendakian Gunung Slamet sebelumnya ditutup sejak 4 April 2026 setelah aktivitas vulkanik meningkat dan radius aman diperluas hingga 3 kilometer dari kawah.
Kini, setelah dua bulan penutupan, jalur dibuka kembali dengan syarat dan prosedur pendakian sama seperti sebelum penutupan, namun dengan pengawasan lebih ketat dan pembatasan area pendakian.
"Kesepakatannya, mulai tanggal 10 Juni besok jalur sudah dibuka, dan persyaratannya disamakan seperti sebelum ditutup," tutup Sugeng.
(apu/dil)
