Satu dari dua orang pemancing yang dilaporkan tenggelam di Bendungan Karet Desa Jatirogo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak telah ditemukan. Korban ditemukan tewas tak jauh dari titik awal tenggelam.
Hal tersebut dikatakan oleh Kasubsi Penmas Si Humas Polres Demak, Aiptu Munthohar. Korban ditemukan pada Selasa (9/6) siang.
"Betul (satu korban sudah ditemukan), sekitar jam 13.00 WIB," kata Munthohar saat dimintai konfirmasi detikJateng, Selasa (9/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban yang telah ditemukan ini diketahui bernama Budi Santoso (48), warga Betokan, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak. Ia merupakan korban tenggelam pertama.
Lebih lanjut, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, Agus Sukiyono mengatakan korban ditemukan tidak jauh dari titik awal tenggelam. Jenazahnya kini telah dibawa ke RSUD Sunan Kalijaga Demak.
"Berhasil ditemukan kurang lebih 200 meter dari lokasi kejadian dalam keadaan meninggal dunia. Korban dibawa ke RSUD," ungkap Agus dalam keterangan tertulisnya.
Diberitakan sebelumnya, dua orang pemancing dilaporkan jatuh terpeleset kemudian tenggelam di Bendungan Karet Desa Jatirogo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Tim SAR masih melakukan pencarian terhadap korban.
Kapolsek Bonang, AKP Miftahun Nur, mengatakan peristiwa ini terjadi pada Senin (8/6) sekitar pukul 21.30 WIB. Dari keterangan saksi, mulanya satu korban akan memancing di tengah-tengah bendungan karet.
"Korban hendak memancing di tengah-tengah bendungan karet dengan menyeberangi karet bendungan, kemudian korban terpeleset dan terbawa arus pusaran air," kata Miftah saat dimintai konfirmasi detikJateng, Selasa (9/6).
Mengetahui peristiwa itu, Miftah menyebut ada satu orang lain yang berusaha menolong. Nahas, orang itu justru ikut terjatuh ke air.
"Selanjutnya teman korban mengetahui dan hendak menolong korban, tapi terjatuh dan juga terbawa arus," ujar Miftah.
Korban tenggelam pertama diketahui bernama Budi Santoso (48), warga Demak, dan korban tenggelam kedua bernama Noor Muchammad Muchlisin (53), warga Kudus.
(apl/ahr)
