Tembok Benteng Keraton Kasunanan Solo yang berada di Kelurahan Gajahan, Pasar Kliwon, Solo, jadi sasaran aksi vandalisme menggunakan cat semprot. Menurut GKR Panembahan Timoer Rumbay, hal itu terjadi karena kurangnya edukasi terhadap bangunan cagar budaya.
"Ya, sangat disayangkan. Ini adalah sebagai bentuk kurangnya edukasi maupun pendidikan untuk para generasi ataupun masyarakat terhadap benda-benda ataupun bangunan cagar budaya yang harusnya kita rawat atau kita lindungi," ujarnya saat ditemui di Kori Talangpaten, Keraton Solo, Selasa (9/4/2026).
Rumbay menyebut aksi tidak terpuji ini menjadi tamparan sekaligus bahan evaluasi bagi pihak internal keraton maupun pemerintah daerah. Dia bilang, edukasi masif mengenai pelestarian cagar budaya harus lebih digalakkan agar kejadian serupa tidak terulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin ini adalah sebagai koreksi kita sebagai pemerintah ataupun Keraton Surakarta untuk lebih lagi mengedukasi masyarakat maupun generasi-generasi selanjutnya, supaya lebih mengerti dan melestarikan cagar budaya maupun budaya yang kita miliki," tuturnya.
Penampakan tembok Benteng Keraton Solo yang penuh coret-coretan atau aksi vandalisme, Senin (8/6/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng |
Saat ditanya mengenai langkah konkret untuk memulihkan kondisi tembok benteng yang penuh coretan liar, ia memastikan akan segera dilakukan pengecatan ulang.
"Ya pastinya akan dicat ulang," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, coret-coretan jelek dan tak beraturan itu terlihat di sepanjang tembok benteng di Jalan Reksoniten sejauh 500 meter lebih.
Pantauan detikJateng, vandalisme di Benteng Keraton Solo sisi barat itu kebanyakan hanya menampilkan rangkaian huruf yang aneh, seperti HYGO, FNDC, NDIK, ITO, RKA, YL, dan lainnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, Maretha Dinar Cahyono, mengatakan coretan vandalisme yang merusak estetika Bangunan Cagar Budaya (BCB) itu kebanyakan sudah lama.
"Itu vandalisme sudah lama, sudah sering terjadi di situ," kata Maretha saat dihubungi detikJateng, Senin (8/6/2026).
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sudah berkoordinasi dengan Satpol PP serta Dinas Pendidikan Kota Solo untuk pencegahan adanya vandalisme tersebut. Terlebih objek vandalisme merupakan termasuk Cagar Budaya.
(dil/alg)

