Proses verifikasi data Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kabupaten Brebes memakan waktu cukup lama karena server lemot. Para calon siswa harus menunggu lama untuk tahap tersebut.
Sejak dibuka Selasa (9/6) pukul 07.00 WIB, para lulusan SD didampingi wali murid berbondong bondong mendatangi SMP pilihannya. Bahkan ada yang datang sejak subuh untuk mendapatkan nomor antrean awal.
Kedatangan mereka untuk mengikuti tahap verifikasi data. Untuk tahapan ini para calon akan dibantu petugas. Namun proses ini tidak berlangsung lancar. Membeludaknya calon pendaftar di seluruh wilayah kabupaten menyebabkan server lemot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses verifikasi yang biasa memerlukan waktu 2 sampai 5 menit kini molor sampai 30 menit per calon siswa. Dampak kejadian itu, para calon siswa harus mengantre selama berjam-jam hanya untuk verifikasi data.
Di SMPN Brebes 1 misalnya, wali murid dan calon siswa tampak memenuhi aula dan koridor kelas. Sejumlah orang tua calon siswa mengaku, sengaja datang jam 05.00 WIB untuk mendapat nomor antrean awal. Namun karena server lemot, hingga siang mereka tidak kunjung dipanggil petugas.
"Jam 5 pagi sudah ke sini ternyata memang sudah banyak yang antre. Ini prosesnya lama, kata petugas server sedang lemot," kata Sulistiowati, orang tua calon siswa ditemui saat sedang menunggu panggilan, Selasa (9/6).
Wali murid lain, Darmawan, mengaku lamanya tahap verifikasi dikhawatirkan bisa mengganggu SPMB. Mengingat, jumlah pendaftar sangatlah banyak.
"Verifikasi sampai Kamis. Kalau satu anak butuh 30 menit, khawatir tidak bisa terlayani semua. Perlu solusi agar server tidak lemot," ujar Darmawan.
Petugas operator SPMB SMPN Brebes 1, Untung, membenarkan soal lemotnya proses verifikasi. Kata Untung, hal ini karena server tidak mampu mengakses dalam jumlah besar secara bersamaan.
"Tadi pagi lumayan lancar. Verifikasi data satu calon siswa paling lama 5 menit. Kalau lancar rata-rata 2 menit. Tapi sekarang sampai 30 menit, karena sedang lemot servernya," ungkap Untung, petugas operator.
Catatan haru pertama di SMPN Brebes 1, hingga pukul 12.30, jumlah pendaftar 784 siswa. Berkas calon yang terverifikasi baru 139 calon siswa. Sementara untuk yang belum, akan dilakukan hari berikutnya.
Terpisah, Kepala Dinkominfo Brebes, Warsito Eko Putro juga membenarkan lemotnya server untuk SPMB. Dia menjelaskan, server SPMB yang dipakai memiliki kapasitas BW 300 Mbps sedangkan berkas yang akan diverifikasi sekitar 22 ribu calon siswa. Tidak hanya SMP, server induk ini juga untuk pendaftaran TK dan SD di Kabupaten Brebes.
"Server yang dipakai memang kapasitas BW 300 Mbps dan itu untuk melayani sekitar 22 ribu pendaftar mulai dari TK, SD sampai SMP. Mestinya untuk menunjang kegiatan SPMB ini idealnya BW 800 Mbps," jelas dia.
Untuk mendukung kelancaran SPMB, Warsito Eko Putro sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Sehingga pelaksanaan SPMB tidak mengalami hambatan berarti.
(alg/apl)
