Penampakan Keping Diduga Emas dari Fondasi Candi Losari Magelang

Tim detikJateng - detikJateng
Jumat, 05 Jun 2026 12:57 WIB
Penemuan keping logam diduga emas di pondasi Candi Losari di Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Selasa (21/4/2026). Foto: Dok. Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X
Solo -

Sebuah keping logam berwarna kuning diduga emas ditemukan di fondasi Candi Losari di Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Keping berbentuk persegi itu berukuran sekitar 1,5 x 1,5 sentimeter, tebalnya sekitar 0,5 milimeter. Ini penampakannya.

Keping logam itu ditemukan juru pugar dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X di tengah pekerjaan memugar candi tersebut pada Selasa (21/4) lalu. Juru pugar saat itu juga menemukan dua arca dan peripih.

Juru Pugar Candi Losari, Restu Hidayat, mengatakan benda-benda itu ditemukan saat melakukan pembongkaran di lapis bawah. Temuan itu telah disimpan di Kantor BPK Wilayah X di Bugisan, Prambanan, Klaten.

"Kita waktu pembongkaran di lapis 9 atau berapa itu ditemukan dua blok arca (arca Dewa Surya). Itu di bawah lantai, itu 3 lapis dari lantai ditemukan arca. Kemudian kita gali lagi sampai ke tanah aslinya, kita temukan peripih atau kotak peripih, bersamaan ada selembar (diduga) emas (bentuk persegi)," kata Restu saat ditemui di lokasi, Kamis (4/6/2026).

"Kotak peripihnya itu berpisah. Dugaan kita itu sudah dicuri dari zaman dulu. Yang jelas arcanya itu sama semua kelimanya (saat ekskavasi ditemukan 3 arca dan saat pemugaran ditemukan 2 arca)," imbuhnya.

Penemuan keping logam diduga emas di pondasi Candi Losari di Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Selasa (21/4/2026). Foto: Dok. Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X

Hingga kini proses pemugaran masih berlangsung. Saat ini baru proses pembuatan fondasi atau kaki candi. Di mana pada bagian bawah dilakukan pengecoran mengingat debit air dari bawah cukup deras.

Restu mengatakan, waktu ekskavasi pertama ditemukan tiga arca. Kemudian saat pemugaran ditemukan dua arca. Total lima arca itu sama semuanya, yaitu arca Dewa Surya.

"Itu sama semua (bentuk arcanya) cuman beda ukurannya beda tipis, paling 1 cm. Iya, peripih sama yang ada arca," ujar dia.

Penjelasan tentang Keping Diduga Emas

Penanggung Jawab Kegiatan Rekonstruksi Candi Losari, Junawan, mengatakan pihaknya belum bisa memastikan apakah logam itu merupakan emas.

"Kalau emasnya belum, ini baru kita daftarkan ke konservasi dulu memang warnanya kekuningan. Tapi, secara pasti kan belum dianalisis di laboratorium," kata Junawan saat dihubungi wartawan, kemarin.

"Cuman satu keping, lembaran bentuk kotak kecil (peripih). Ya batu putih seperti kalau lihat kotak peripih. Masih di dalam (peripih logam kuningnya), tapi tutupnya (peripih) terpisah, tidak dalam kondisi tertutup. Itu wadahnya, sama tutup batunya, posisi tutupnya sudah tidak menyatu dengan wadahnya," imbuh dia.

Proses pemugaran Candi Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Kamis (4/6/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng

Junawan menjelaskan, pihaknya tidak berani menyampaikan apakah dulunya ada pencurian peripih. Kejadian itu diduga terjadi sebelum Candi Losari tertutup lahar dari letusan Gunung Merapi.

"Yang jelas, bisa kita sampaikan itu sudah ada intervensi manusia. Intervensi dalam hal seperti itu, kita belum berani menyebut (pencurian). Tapi, itu kan sangat penasaran, prosesnya jauh banget sebelum terjadi penutupan lahar (menutupi Candi Losari)," ujar dia.

"(Ukuran logam kuning itu) Kalau tepatnya mungkin sekitar 1,5x1,5 (sentimeter), hampir persegi. Ketebalan mungkin sekitar setengah milimeter, seperti lempeng seng kecil tipis. Ya (diduga emas). Karena kita pastikan melalui alat (uji lab), belum diuji laboratorium," pungkasnya.



Simak Video "Berenang Seru di Kolam Penginapan Magelang"

(dil/ams)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork