Pembangunan Jembatan Batang atau Jembatan Krakitan, Desa Sucen, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, sudah dimulai. Terkait dengan pembangunan tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Magelang melakukan rekayasa arus lalu lintas (lalin).
Pantauan detikJateng, sekitar pukul 08.41 WIB, arus lalu lintas yang melintas dari arah Magelang menuju Jogja ada dua jalur. Demikian sebaliknya arah dari Jogja menuju Magelang atau jalan nasional.
Untuk jembatan yang dibangun ini berada dari arah Magelang menuju Jogja. Selanjutnya jalur dibuat satu lajur atau penyempitan karena ada pembangunan jembatan tersebut.
Selain itu, Satuan Lalu Lintas Polresta Magelang melakukan rekayasa arus lalin baik dari arah Magelang menuju Jogja maupun dari Jogja menuju Magelang.
Penutupan atau rekayasa arus lalu lintas ini dilakukan mulai Senin (1/6) sampai dengan bulan 26 Oktober 2026. Ditargetkan pembangunan jembatan selesai pada bulan Oktober tersebut.
Kaur Bin Ops Satlantas Polresta Magelang Iptu Rosyid Budianto mengatakan, terkait dengan pembangunan Jembatan Batang atau dikenal dengan Jembatan Krakitan, Salam, Satlantas Polresta Magelang melakukan rekayasa arus lalu lintas.
"Yang pertama contra flow di lokasi pembangunan. Jembatan B yang seharusnya dari Jogja-Magelang kami gunakan menjadi dua arah yaitu dari Magelang-Jogja dan Jogja ke Magelang," kata Rosyid kepada wartawan di lokasi pembangunan jembatan, Kamis (4/6/2026).
"Terus, kami rekayasa juga untuk u-turn yang sebelumnya U-turn Java dan U-turn Bakso Pak Tejo sementara ditutup. Dan kami buka di median jalan yang dekat dengan lokasi pembangunan agar untuk contra flow tidak terlalu jauh," sambung Rosyid.
Kemudian untuk antisipasi kemacetan, kata Rosyid, sudah ada jalur alternatif yang disiapkan. Dia menjelaskan pengumuman soal rekayasa lalu lintas juga sudah dilakukan lewat media sosial.
"Terus, terkait dengan lokasi pengalihan arus kami sudah menyiapkan beberapa lokasi jalur alternatif apabila ada kepadatan arus karena pembangunan jembatan ini. Contohnya dari Jogja menuju Magelang ada dua jalan untuk pengalihan arus. Pertama di sebelum minimarket belok kiri menuju Mantingan, belok kanan bisa Simpang Tiga Semen," imbuhnya.
"Ada juga dari Jagankidul, Salam di bawah Tugu Ireng (perbatasan DIY-Jateng) belok kiri nanti tembus di Ringin Pasar Ngluwar. Dari arah Magelang menuju Jogja (sebelum lampu traffic light Semen untuk mobil) belok kiri Kradenan nanti tembus di Jerukagung, terus belok kanan sampai SPBU Baledono (Salam)," lanjut Rosyid.
Sedangkan untuk sepeda motor dari arah Magelang, katanya, melalui Desa Sucen belok kiri menuju Jerukagung nanti belok kanan sampai di SPBU Baledono, Salam.
"Jalur alternatif ini hanya bisa dilakukan roda empat maksimal dan roda dua. Untuk kendaraan besar, truk dan bus tetap melalui jalur utama," ujarnya.
"Sudah dua hari ini penutupan untuk kepadatan arus pagi hari ada dua gelombang yaitu pukul 06.30 sampai 07.00 WIB, padat kembali di pukul 07.30 sampai 08.00 WIB. Dan sore hari padat dari arah Jogja ke Magelang pada pukul 15.00 sampai 18.00 WIB," tambahnya.
Perihal sebentar lagi ada libur sekolah dan jalur tersebut merupakan jalan nasional untuk wisatawan menuju Candi Borobudur dari arah Jogja, Rosyid menjelaskan jalur wisata terutama dari Jogja menuju Magelang maupun kembalinya bisa melalui jalur Kalibawang.
"Ini agak jauh (jalur Kalibawang), tapi tidak terhambat oleh pembangunan jembatan ini. Dari Magelang terutama Borobudur yang mau ke Jogja silakan nanti melalui Jembatan Elo belok kanan melalui jalur Kalibawang (Kulonprogo). Jalur Kalibawang sudah bisa digunakan bus," bebernya.
(alg/aku)