Hasil Forensik Misteri Pemuda Jepara Tewas Leher Tersayat

Hasil Forensik Misteri Pemuda Jepara Tewas Leher Tersayat

Dian Utoro Aji - detikJateng
Rabu, 03 Jun 2026 19:51 WIB
Polres Jepara saat menggelar konferensi pers, Rabu (3/6/2026).
Polres Jepara saat menggelar konferensi pers, Rabu (3/6/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Jepara -

Mayat pria dengan luka sayatan pada bagian leher ditemukan di kebun area kebun Desa Tubanan Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara akhir tahun lalu mulai terungkap. Polisi tak menemukan DNA lain di lokasi tewasnya korban. Namun, polisi masih perlu pendalaman untuk memastikan korban bunuh diri.

"Korban berinisial ARS, pria berusia 24 warga Desa Tubanan. Barang bukti 2 buah pisau dan 1 buah HP milik korban," kata Waka Polres Jepara, Kompol Faris Budiman saat konferensi pers di Polres Jepara, Rabu (3/6/2026).

Faris mengatakan kejadian penemuan mayat pria ini terjadi pada 30 November 2025 pada pukul 05.00 WIB. Kejadian bermula saat keluarga korban N selesai salat Subuh mencari keberadaan korban karena tidak ada di rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saksi mendapati korban ARS sebelumnya tidak bersamanya tidak ada di tempat tidur," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Faris mengatakan saksi kemudian meminta bantuan warga lain. Setelah dicari, ternyata korban ditemukan di area kebun dengan kondisi luka dan darah. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Saksi N melihat ada darah di tanah kemudian mendapatkan hal tersebut warga sekitar membantu mencari dan melihat korban ARS tergeletak di tanah dalam keadaan terluka meninggal dunia, sehingga atas kejadian tersebut laporan kepada Polres Jepara," terang dia.

Tak Ditemukan DNA Lain di TKP

Kesempatan yang sama, Dokter Spesial Forensik dari Dokter Forensik Polda Jawa Tengah, Novitasari mengatakan bahwa hasil pemeriksaan ditemukan luka senjata tajam pada bagian leher pergelangan tangan kiri dan dada.

"Hasil pemeriksaan lebih lanjut kekerasan senjata tajam pada leher tersebut memutus nadi besar sisi kiri dan juga mengakibatkan pendarahan hebat, penyebab kekerasan sajam pada leher yang memutuskan nadi besar pada leher mengakibatkan pendaharan hebat," terang dia.

Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP M Faizal Wildan Umar Rela, menambahkan selain itu, hasil pemeriksaan berdasarkan bercak darah tidak ditemukan DNA orang lain selain korban.

"Di mana HP milik korban tidak ditemukan informasi terkait dalam hal peristiwa tersebut. Kami pemeriksaan DNA, sampel darah, bercak darah, semua DNA korban tidak ada korban lain, selain milik korban," jelas Wildan.

"Pemeriksaan kuku korban dan orang terdekat korban yaitu sekitar 5 orang, tetapi tidak ditemukan adanya DNA yang lain di tempat kejadian perkara," lanjut dia.

Wildan menuturkan pihaknya menemukan dua pisau di lokasi. Hasil pemeriksaan ditemukan sidik jari yang tidak sempurna.

"Kami pemeriksaan terhadap barang bukti berupa 2 buah pisau di lokasi kejadian, di mana hasil Polda Jateng 2 pisau tersebut tidak ditemukan garis sidik jari yang tidak sempurna," jelasnya.

Wildan mengaku membutuhkan waktu lagi untuk mencari informasi lagi terkait dengan penyebab kematian dan motif korban ini.

"Kami masih membutuhkan informasi dari masyarakat dan orang dekat untuk menyimpulkan peristiwa sebagai tindakan atau motifnya apa, kami belum bisa menyimpulkan kejadian tersebut, dari orang terdekat memiliki informasi akurat yang ada didukung lainnya mungkin bisa komunikasi dengan penyidik maupun Sat Reskrim untuk menggali lebih dalam terkait motif penemuan mayat tersebut," terang dia.

"Terkait bundir kita masih membutuhkan informasi masyarakat atau orang terdekat, dalam waktu terdekat untuk bisa menyimpulkan kejadian kejadian peristiwa tersebut sebagai tindakan bunuh diri atau motifnya seperti apa," sambung Wildan.

Diberitakan sebelumnya, polisi masih mendalami kasus penemuan mayat pemuda yang bersimbah darah di Desa Tubanan Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Meski demikian polisi menemukan bekas luka iris di sejumlah badan korban.

"Masih klarifikasi dan sedang kami lakukan pemeriksaan di pisau yang ditemukan di sekitar lokasi," Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP M Faizal Wildan saat dimintai konfirmasi detikJateng, Senin (1/12/2025).

Wildan mengatakan, hasil autopsi terhadap mayat korban yang berinisial ARS (24) mengungkap terdapat luka akibat kekerasan senjata tajam. Mulai dari sayatan di leher hingga di pergelangan tangan bagian kiri.




(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads