Hadiri Dharmasanti Waisak di Borobudur, Gibran Ajak Jaga Perdamaian

Hadiri Dharmasanti Waisak di Borobudur, Gibran Ajak Jaga Perdamaian

Eko Susanto - detikJateng
Minggu, 31 Mei 2026 22:58 WIB
Wapres Gibran Rakabuming menghadiri Dharmasanti Waisak di Candi borobudur, Minggu (31/5/2026).
Wapres Gibran Rakabuming menghadiri Dharmasanti Waisak di Candi borobudur, Minggu (31/5/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Wakil Presiden Gibran Rakabuming menghadiri Dharmasanti Waisak Nasional di Candi Borobudur. Gibran mengajak umat menjjaga persatuan dan memberi pesan damai.

"Pertama-tama, saya ingin menyampaikan selamat Hari Raya Waisak 2570 BE kepada seluruh saudara-saudara umat Buddha di seluruh Tanah Air. Semoga kebahagiaan, kedamaian, kesehatan, dan keberkahan senantiasa menyertai langkah kita semua," kata Gibran dalam sambutanya di Dharmasanti Waisak Nasional di Candi Borobudur, Magelang, Minggu (31/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Gibran menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto yang berhalangan hadir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya juga ingin menyampaikan salam hangat dari Bapak Presiden untuk Bapak Ibu semua yang hadir di sini. Beliau menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena belum bisa hadir di tengah Bapak Ibu semua malam ini. Namun, harapan dan kecintaan beliau tetap besar bagi seluruh umat Buddha di Indonesia," sambung Gibran.

ADVERTISEMENT

Gibran juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh umat atas kontribusiinya menjaga harmoni sosial. Selain itu, juga mengembangkan kegiatan kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, serta berbagai upaya pemberdayaan masyarakat.

"Perayaan Waisak di Borobudur malam ini tidak hanya sebagai perayaan keagamaan. Tetapi, juga menjadi simbol kuat bahwa Indonesia adalah rumah bersama yang menjunjung tinggi perdamaian, yang menghargai keberagaman, serta mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan," imbuhnya.

Gibran lalu menyampaikan pesan perdamaian. Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan bangsa.

"Indonesia sebagai bangsa yang besar tentu membutuhkan persatuan, dan perdamaian sebagai salah satu modal kuat dalam melakukan pembangunan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh umat Buddha di Indonesia untuk terus menjadi pelopor perdamaian, memperkuat semangat toleransi, serta berkontribusi aktif dalam menjaga persaudaraan lintas agama. Nilai-nilai luhur Buddha seperti cinta kasih atau metta, kasih sayang, karuna, dan kebijaksanaan, panna, sangat relevan dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompleks seperti saat ini. Mari kita wariskan kepada anak dan cucu kita Indonesia yang lebih rukun, lebih adil, lebih sejahtera dan lebih bermartabat," pungkasnya.




(ams/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads