Chattra Puncak Borobudur Dibuat Seniman Jogja, Bakal Dipasang Agustus

Chattra Puncak Borobudur Dibuat Seniman Jogja, Bakal Dipasang Agustus

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Minggu, 31 Mei 2026 18:56 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat menghadiri pembukaan Pameran Filateli di Kota Lama, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Minggu (31/5).
Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat menghadiri pembukaan Pameran Filateli di Kota Lama, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Minggu (31/5). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Semarang -

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengungkap chattra dari perunggu bakal dipasang di puncak Candi Borobudur pada Agustus mendatang. Fadli menyebut chattra dibuat oleh seniman asal Jogja.

"Rencana (pemasangan chattra di puncak Candi Borobudur) mungkin kurang lebih bulan Agustus kali, ya," kata Fadli saat ditemui detikJateng di sela menghadiri pembukaan Pameran Filateli di Kota Lama, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Minggu (31/5/2026).

Fadli menyebut saat ini pihaknya telah memindahkan patung Mbah Belet ke lapangan Kenari di kompleks Candi Borobudur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau sekarang ini kita pindahkan patung Mbah Belet, orang lokal menyebutnya. Waktu itu saya menginisiasi, sekarang sudah jadi. Itu patung dari unfinished Buddha di lapangan Kenari," sebutnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, chattra yang bakal dipasang memiliki diameter sekitar 6,2 meter. Chattra tersebut dibuat dari perunggu.

"(Chattra dibuat) Oleh orang kita, oleh seniman kita, orang Jogja. Kalau tidak salah nanti besarnya 6,2 meter dari perunggu dilapis emas, masih dalam proses," kata Fadli.

Chattra dipasang berdasarkan permintaan dari sejumlah organisasi Buddha dan diharapkan dapat membuat Candi Borobudur sebagai living heritage.

"Ini permintaan dari umat Buddha, dari Dirjen Bimas Buddha, dari organisasi-organisasi Buddha terbesar. Kita harapkan dengan pemasangan chattra ini Borobudur bisa menjadi living heritage. Jadi kita laksanakan semua prosedur karena tidak ada mengubah apapun," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Fadli memastikan chattra yang bakal dipasang di puncak Candi Borobudur bukan dari batu. Pemasangan ini diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur.

"(Bahan betul dari perunggu yang dipasang bukan batu) Bukan, bukan. Bukan dari batu. Adaptasi istilahnya itu," kata Fadli Zon kepada wartawan di sela-sela menghadiri kirab pusaka di Candi Borobudur, Jumat (17/4) malam.

"Itu adaptasi jadi jauh lebih ringan. Itu semua dipakai di seluruh situs-situs ya, bahkan di tempat lahirnya Sang Buddha juga digunakan. Begitu juga di India, Thailand, Vietnam, Kamboja dan Myanmar," sambungnya.

Fadli berharap dengan adanya pemasangan Chatra akan menarik wisatawan untuk berkunjung ke Candi Borobudur.

"Dengan begitu akan semakin banyak yang hadir baik wisatawan karena alasan sejarah. Karena alasan religi, ya mudah-mudahan semakin banyak juga nanti umat Buddha dari seluruh dunia yang datang ke sini (Candi Borobudur)," imbuhnya.

"Umat Buddha kalau tidak salah jumlahnya itu 500 sampai 600 juta di seluruh dunia. Kalau satu persen saja bisa 5-6 juta," lanjutnya.

Dalam kirab pusaka yang berlangsung di Candi Borobudur, miniatur chattra juga dikirab. Rencana pemasangan tersebut sebagai bagian dari upaya pengenalan kepada masyarakat.

"Ya ini juga bagian dari upaya kita mensosialisasikan ya. Karena ini juga bagian dari aspirasi ya komunitas yang cukup lama terutama dari masyarakat umat Buddha," tuturnya.

"Menurut saya itu sah-sah saja. Karena UNESCO sendiri kan sekarang tahun ini kalau tidak salah mendorong upaya situs-situs itu menjadi living heritage," ucapnya.




(iaf/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads