Di wilayah ujung barat Kabupaten Klaten terdapat satu pedukuhan dengan nama unik, yaitu Dukuh Koplak. Dukuh yang masuk wilayah Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Klaten, itu ternyata punya sejarah panjang.
Dukuh Koplak meskipun secara geografis berada di ujung, tetapi bukanlah dukuh terpencil. Justru letaknya persis di tepi Jalan Jogja-Solo perbatasan wilayah Kecamatan Prambanan, Klaten, dan Kecamatan Prambanan, Sleman, DIY.
Dukuh Koplak berada di selatan jalan, sedangkan di utara jalan ada pintu masuk Taman Wisata Candi Prambanan. Gapura pintu masuk dukuh ini berada persis di timur gapura batas Jateng dan DIY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu warga asli Dukuh Koplak, Yuli, mengatakan dari cerita sesepuh, nama Koplak bukan berati orang gila atau kurang waras. Tapi nama Dukuh Koplak berasal dari koplakan atau pangkalan andong dan dokar.
"Jadi dulu kata si Mbah, di sini banyak andong parkir. Suaranya kan ketoplak-ketoplak kalau jalan, jadilah disebut Koplak," kata Yuli saat ditemui detikJateng, Sabtu (30/5/2026) siang.
Saat dirinya masih kecil, Yuli mengatakan, masih ada andong yang tersisa dan pasar sapi di dukuhnya. Tapi sekarang pasar sapi itu sudah dipindah.
"Pasar sapi dan hewan pindah ke selatan. Dulu katanya dukuh ini juga disebut Ngencongan karena mencong (meruncing di ujung berbelok)," ujar Yuli.
Yuli mengaku tidak risih dengan nama dukuhnya, meskipun setiap disebut bisa membuat orang tertawa saat pertama kali mendengar.
"Kalau malu sih tidak. Cuma kalau orang pertama nanya alamat asal, lalu dijawab warga Koplak gitu mesti ngguyu (ditertawakan)," kata dia.
Ketua RW 1 Dukuh Koplak, Roni, mengatakan sejarah dukuhnya terkait kendaraan zaman dulu yaitu andong atau dokar.
"Dulu katanya ada bengkel sepatu kuda terkenal di sini, lama-lama jadi tempat mangkal andong atau koplakan andong. Jadi Dukuh Koplak ini," kata Roni kepada detikJateng.
Dia bilang, di tempat mangkal atau terminal andong itu dulu ada pohon beringin besar. Saat ini bekas lokasinya sudah jadi pertokoan dan tugu batas provinsi.
" Lokasinya mangkal di tugu batas itu dulu. Sekarang timur tugu masuk Dukuh Koplak, Klaten, dan barat tugu masuk Dukuh Kranggan, Sleman," kata Roni.
"Sekarang jadi satu RW dengan tiga RT. Jadi batas kabupaten sekaligus batas provinsi," imbuhnya.
Terpisah, Sekdes Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Daru Purnomo menjelaskan Dukuh Koplak ada di RW 1 dengan tiga RT yaitu RT 1, 2, dan 3. Adapun bekas koplakan andong di belakang toko saat ini.
"Lokasinya koplakan itu sekarang di belakang toko di RT 1, dulu juga ada pasar sapi dan kambing di situ. Jadi nama Koplak itu dari koplakan andong," kata dia kepada detikJateng.
"Untuk pasar sapi sekarang pindah ke selatan rel masuk RW 2 Gempol. Tapi penduduknya banyak dari RT 1 Dukuh Koplak," imbuhnya.
(dil/afn)
