Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 akan mengawali perjalanan detikers mengarungi bulan Juni. Pada hari besar nasional yang jatuh tanggal 1 itu, instansi pemerintah, swasta, maupun pendidikan biasanya menggelar upacara bendera.
Di samping mengibarkan Sang Saka Merah Putih, upacara Hari Lahir Pancasila 2026 juga identik dengan amanat upacara. Teks resmi amanat itu sudah disampaikan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) lewat Surat Edaran Kepala BPIP Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.
Berhubung tanggal peringatan dan upacaranya kian dekat, simak teks resmi amanat Hari Lahir Pancasila 2026 dari BPIP di bawah ini, yuk! Simak juga contoh teks doanya, ya!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teks Amanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP
Diambil dari surat edaran yang telah disinggung sebelumnya, berikut ini teks amanat upacara Hari Lahir Pancasila 2026 resmi dari BPIP:
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan,
Rahayu, Rahayu, Rahayu,
Salam Pancasila!
Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.
Pancasila adalah "bintang penuntun" yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila adalah "jangkar moral" kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.
Sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata. Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), peran kita dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia.
Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah.
Kepada para Menteri dan Kepala Daerah, saya titipkan Pancasila di tangan kalian: Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai.
Selamat Hari Lahir Pancasila!
Jayalah Indonesiaku!
Merdeka!
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya, Rahayu, Rahayu, Rahayu,
Salam Pancasila!
Teks Doa Hari Lahir Pancasila 2026
Sejauh penelusuran detikJateng, belum ada teks doa resmi Hari Lahir Pancasila 2026 hingga Jumat (29/5). Sebagai gambaran, berikut beberapa contoh teks doa dari peringatan tahun-tahun sebelumnya:
Teks Doa #1
(sumber: Teks doa Hari Lahir Pancasila 2025)
Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,
Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua.
Perkenankan saya, memimpin do'a ini dengan tata cara agama Islam, bagi yang beragama lain, dimohon untuk menyesuaikan.
Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillahi rabbil alamin, Hamdan yu wafi nikmahu wayukafi mazidahu,
Asyhaduala ilahailallah wa ashadu ana muhammadan abduhu wa Rosuluh la nabi ya ba'da.
Ya Allah, Yang Maha Pemurah;
Kami bermohon, dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu,
Dengan tangan menengadah keharibaanMu, penuh harap,
Dengan hati dan pikiran, menunduk khusuk, penuh kerendahan,
Berilah kami rasa syukur atas nikmat-Mu, yang tanpa Batas,
Nikmat kebangsaan, berbalut cinta, kasih, dan sayang.
Ya Allah, Yang Maha Agung;
Kami bermohon, dengan kemuliaan-Mu yang membimbing segala sesuatu,
1 Juni 1945, Engkau bimbing hamba-hamba pilihan, dalam perkumpulan bersama,
Duduk penuh cinta, berdiri tegak, bersuara, merumuskan cara menjaga Nusantara.
Bimbinglah kami Ya Allah, dengan cara yang sama, merawat anugerah Pancasila.
Bantulah kami, untuk tetap berdiri tegak, membela Indonesia
Ya Allah, Yang Maha Kuat;
Kami berharap, dengan kekuatan-Mu yang tak tertandingi,
Berilah kami ketabahan, kokoh, menjaga kemanusiaan dalam keadaban.
Bimbinglah kami, dalam menjaga setiap jengkal tanah Indonesia,
Ajarkan hati dan langkah kami, untuk berlaku adil, tanpa membeda-bedakan.
Ya Allah, Yang Maha Perkasa,
Kami berharap, dengan kuasa-Mu yang meliputi seluruh semesta,
Hindarkan negeri kami dari kedholiman, ketidakadilan, ketidakadaban, dan perpecahan,
Jauhkan bumi kami, dari saling curiga, saling fitnah, dendam dan permusuhan,
Eratkan hati kami, dalam persaudaraan sepanjang zaman,
Sebagaimana pendiri bangsa, telah mengajarkan keteladanan.
Ya Allah, Yang Maha Penabur Karunia,
Berkahilah kami, agar kami, tetap mencintai Indonesia tanpa henti,
Sehingga kami, mampu mewujudkan masyarakat yang adil dalam
kemakmuran, makmur dalam keadilan.
Ya Allah, jauhkan kami dari azab-Mu,
Lailaha illa anta, subhanaka, inni kuntu minadholimin.
Robbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhiroti hasanah, waqina
'adzabannar.
Subhana robbika robbil 'izzati 'amma yasifun, wa salamun 'alal mursalin,
wal hamdulillahi rabbil 'alamin.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Teks Doa #2
(sumber: Teks doa Hari Lahir Pancasila 2024)
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Alhamdulillaahi robbil aa'lamiin. Hamdan yuwaafii ni'amahuu wa yukaafi-u maziidah. Yaa robbanaa lakal hamdu kamaa yambaghii li jalaali waj-hikal kariim, wa 'azhiimi sulthoonik. Allaahumma sholli 'alaa sayyidinaa Muhammad, wa 'alaa aali sayyidinaa Muhammad.
Ya Allah yang Maha Pemurah, kami memohon dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu. Dengan tangan menengadah keharibaan-Mu penuh harap.
Dengan hati dan pikiran menunduk khusuk penuh kerendahan.
Berilah kami rasa syukur atas nikmat-Mu yang tiada batas, nikmat berbangsa, berbalut cinta kasih dan sayang.
Ya Allah Yang Maha Agung, kami bermohon dengan kemuliaan-Mu yang membimbing segala sesuatu. Satu Juni 1945, Engkau bimbing hamba-hamba pilihan-Mu dengan perkumpulan bersama.
Duduk penuh cinta, berdiri tegak, bersuara merumuskan cara menjaga nusantara.
Bimbinglah kami Ya Allah, dengan cara yang sama.
Merawat anugerah Pancasila.
Bantulah kami untuk tetap berdiri tegak membela Indonesia.
Ya Allah yang Maha Kuasa, kami berharap dengan kekuatan-Mu yang tak tertandingi.
Berilah kami ketabahan, kokoh menjaga kemanusiaan dalam keadaban.
Bimbinglah kami dalam menjaga setiap jengkal tanah Indonesia.
Ajarkan hati dan langkah kami berlaku adil untuk semua, tanpa membeda-bedakan.
Ya Allah yang Maha Perkasa, kami berharap dengan kuasa-Mu yang meliputi seluruh semesta. Hindarkan negeri kami dari kezaliman, ketidakadilan, ketidakberadaban, dan perpecahan.
Jauhkan dari bumi kami saling curiga, saling fitnah, dendam dan permusuhan.
Eratkan hati kami dalam persaudaraan sepanjang zaman, sebagaimana tokoh bangsa telah mengajarkan keteladanan.
Ya Allah Yang Maha Penabur karunia, berkahilah kami agar kami tetap mencintai Indonesia tanpa henti. Sehingga kami mampu mewujudkan masyarakat yang adil dalam kemakmuran, makmur dalam keadilan. Ya Allah, jauhkan kami dari azab-Mu.
Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka inni kuntu minazh zhoolimiin. Robbanaa aatina fid dunyaa hasanah, wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa 'adzaaban naar. Wa shollallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin. Wa 'alaa aalihi wa shohbihii wa sallam. Wal hamdu lillaahi robbil 'aalamiin.
Teks Doa #3
(sumber: Teks doa Hari Lahir Pancasila 2023)
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلاةُ وَالسَّلامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Penyayang,
Dalam suasana yang penuh kekhidmatan ini, kami dengan rendah hati menyampaikan penghormatan, pujian, syukur, dan doa kepada-Mu. Kami memohon rahmat dan kasih sayang-Mu untuk para pahlawan kesatria kusuma bangsa, yang telah mendahului kami. Sesuai dengan janji-Mu ya Allah, lipat gandakanlah pahala atas keikhlasan pengabdian dan pengorbanan mereka. Terimalah dharma bakti dan amal shaleh mereka, jadikanlah mereka sebagai syuhada dan pahlawan bangsa yang Engkau ridhai. Dekatkanlah mereka di sisi-Mu ya Allah dan dekatkanlah pula hati kami dengan semangat juang mereka.
Ya Allah, Tuhan Maha Pemersatu,
Jadikanlah Hari Lahir Pancasila ini sebagai momentum agar dapat merekatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa kami, jauhkanlah bangsa kami dari perselisihan dan perpecahan. Limpahkanlah karunia-Mu, baik yang datang dari langit maupun dari bumi. Mantapkan tekad kami untuk membangun negara dan bangsa kami untuk menjadi bangsa yang beriman, bertaqwa, berakhlaq mulia, makmur, adil, dan sejahtera, Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah,
Berilah kami dan para pemimpin kami kekuatan dan keteguhan hati untuk menegakkan kebenaran dan mengedepankan keadilan. Tanamkanlah dalam diri kami dan para pemimpin kami kebijaksanaan dalam berpikir, kecermatan dalam bertindak, serta kejujuran dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kami. Semoga setiap langkah yang kami lakukan membawa manfaat yang berarti bagi bangsa dan negara kami.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana,
Hendaklah Engkau tidak menghukum kami jika kami lupa atau melakukan kesalahan. Janganlah Engkau memberikan beban yang berat kepada kami seperti yang Engkau berikan kepada generasi sebelum kami. Janganlah Engkau membebani kami dengan hal-hal yang kami tidak mampu memikulnya. Berikanlah pengampunan, maaf, dan rahmat-Mu kepada kami. Engkaulah Penolong kami yang sejati.
Ya Allah Tuhan Yang Maha Pengampun dan Pengabul segala Do'a,
Ya Allah, ampunilah segala dosa kami, dosa ibu bapak kami, dosa guru kami, dosa para pemimpin kami, dan dosa para pendahulu kami. Terimalah amal dan perjuangan kami yang telah kami lakukan. Kabulkanlah permohonan dan doa kami, karena Engkaulah Yang Maha Pengampun dan Maha Mengabulkan segala doa.
رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلاتَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا غِلَا لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. بِفَضْلِ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
Nah, itulah teks resmi amanat upacara Hari Lahir Pancasila 2026 dari BPIP dan 3 contoh doanya. Semoga bermanfaat!
(num/dil)
