Rumah Kadis di Kendal Disatroni Maling, Pelaku Terekam CCTV

Rumah Kadis di Kendal Disatroni Maling, Pelaku Terekam CCTV

Saktyo Dimas R - detikJateng
Kamis, 28 Mei 2026 10:58 WIB
Momen pencuri bobol rumah Kepala DP2 Kendal, Senin (25/5/2026).
Momen pencuri bobol rumah Kepala DP2 Kendal, Senin (25/5/2026). Foto: dok. tangkapan layar CCTV
Kendal -

Video aksi pembobolan rumah di Kendal viral di media sosial. Belakangan diketahui rumah yang dibobol maling itu milik Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DP2) Kendal, Pandu Rapriat Rogojati.

Video itu ramai dibahas usai diunggah akun Facebook Weleri Neni Ra dan grup WhatsApp. Dalam video berdurasi 2 menit 16 detik ini, netizen menyebutkan lokasi pencurian milik rumah Kepala DP2 Kendal Pandu.

Pandu pun membenarkan peristiwa pencurian tersebut. Dia menyebut insiden itu terjadi di Perumahan Green House, Kelurahan Ngilir, Kecamatan Kendal pada Senin (25/5) sekitar pukul 01.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Benar mas, Senin (25/05) dini hari kemarin sekitar pukul 01.00 WIB, rumah saya dibobol maling. Dua sepeda tipe MTB dan fixie hilang diambil pencuri itu yang jumlahnya tiga orang," kata Pandu Rapriat Rogojati saat dihubungi detikJateng, Kamis (28/5/2026).

ADVERTISEMENT

Pandu memerinci sepeda yang hilang itu fixie merek Tsunami dan MTB merek Polygon seri D7. Raibnya dua sepeda itu diketahui Pandu saat hendak berangkat kerja pukul 06.30 WIB.

"Kebetulan saya mau berangkat kerja dan anak mau sekolah pukul 06.30 WIB, anak saya tahu lebih dulu dan nanya ke saya keberadaan dua sepeda yang di teras," jelasnya.

Pandu pun mengaku keluar rumah untuk mencari kedua sepeda kesayangannya itu. Namun, nihil. Saat melihat rekaman CCTV, ternyata ada tiga maling yang menyatroni rumahnya.

"Begitu dikasih tahu anak, saya langsung keluar dan cari-cari sepedanya tapi nggak ketemu. Saya langsung lihat rekaman kamera CCTV dan ternyata sepedanya dicuri tiga orang," sambungnya.

Pandu menerangkan dalam rekaman kamera CCTV, terlihat tiga pelaku turun dari mobil minivan warna putih. Kemudian masing-masing berbagi tugas, ada yang berdiri di luar pagar dan eksekutor.

"Tiga orang pelakunya naik mobil warna putih, mereka turun dari mobil langsung beraksi. Satu pelaku di luar pagar, satu pelaku diatas pagar sedangkan satu pelaku lagi bagian yang ambil sepeda," terangnya.

Setelah melakukan aksinya, ketiga pelaku yang menggunakan penutup muka langsung kabur.
Namun, para pelaku meninggalkan jejak telapak kaki di tembok pagar.

"Ketiganya pakai masker atau penutup muka, habis ambil sepeda langsung pergi. Ada jejaknya telapak kaki di tembok pagar, pelakunya nggak pakai sepatu atau sandal," ujarnya.

Pandu menambahkan saat kejadian seluruh penghuni rumah tengah tertidur pulas. Ketinggian pagar rumah 2,5 meter dengan kondisi digembok.

"Kami itu habis pulang dari luar kota kan capek, semuanya tidur pulas. Tidak ada yang dengar suara apapun saat kejadian," tambahnya.

"Padahal tinggi pagar itu 2,5 meter dan saat itu kondisinya pagar digembok," paparnya.

Akibat pencurian ini, korban mengalami kerugian nyaris Rp 20 juta. Saat ini korban belum melaporkan kasus pencurian ini ke polisi.

"Saya belum buat laporan kasus ini. Kerugiannya sekitar Rp 20 juta," ungkapnya.

Pandu berharap dari rekaman kamera CCTV tersebut, ketiga pelaku bisa ditangkap.

"Ya harapan saya pelaku bisa segera tertangkap karena ada video rekamannya saat beraksi," pungkasnya.





(ams/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads