Sapi Kurban Tercebur Sumur di Wonosari Klaten Akhirnya Mati

Sapi Kurban Tercebur Sumur di Wonosari Klaten Akhirnya Mati

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Rabu, 27 Mei 2026 07:10 WIB
Sapi kurban tercebur sumur di Desa Duwet, Kecamatan Wonosari, Klaten bisa dievakuasi dalam kondisi mati, Selasa (26/5/2026) malam.
Sapi kurban tercebur sumur di Desa Duwet, Kecamatan Wonosari, Klaten bisa dievakuasi dalam kondisi mati, Selasa (26/5/2026) malam. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Seekor sapi kurban yang tercebur sumur di Dukuh Tinggen, Desa Duwet, Kecamatan Wonosari, Klaten, akhirnya bisa dievakuasi dalam kondisi mati. Sapi itu sebelumnya mengamuk saat hendak diangkut ke truk untuk diantar ke Solo Baru, Sukoharjo.

Pantauan detikJateng di lokasi, Selasa (26/5) malam, tim SAR gabungan dari Damkar Klaten, TRC BPBD, Redkar, dan relawan lainnya menempuh berbagai cara untuk mengevakuasi sapi itu. Awalnya sumur itu diisi air, tetapi upaya penyelamatan gagal karena sapi tersangkut di ceruk.

Setelah itu personel Damkar turun ke dalam sumur untuk memasang tali. Sapi kemudian ditarik menggunakan kawat sling baja, tetapi gagal karena talinya putus. Adapun diameter sumur itu hanya sekitar 1,5 meter dengan kedalaman 10 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terakhir, satu mobil tambahan dari BPBD didatangkan untuk membantu menarik. Dengan ditarik dua mobil, akhirnya sapi itu bisa dinaikkan pada pukul 21.35 WIB tetapi kondisinya sudah tidak bernyawa.

"Bisa kita angkat tapi akhirnya tidak terselamatkan. Sempat terangkat kurang sedikit talinya putus," kata Kabid Pemadaman Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Sumino, kepada detikJateng, Rabu (27/5/2026) pagi.

ADVERTISEMENT

Pemilik sapi, Tunggono (63), mengatakan sapi itu sedianya hendak dikirim ke Solo Baru. Sapi jenis PO itu berumur sekitar tiga tahun.

"Umur sekitar tahun, harganya sekitar Rp 24 juta. Ya baru pertama ini kejadian," kata Tunggono.

Sebelumnya diberitakan, seekor sapi kurban di Dukuh Tinggen, Desa Duwet, Kecamatan Wonosari, Klaten mengamuk. Sapi lari dan berakhir masuk ke dalam sumur warga.

Tunggono (63) pemilik sapi menyatakan kejadian sekitar pukul 15.30 WIB. Sapi dari kandang hendak dibawa ke truk untuk sapi kurban.

"Mau dinaikkan ke mobil untuk kurban besok. Tapi sapine bonggo (berontak)," ungkap Tunggono, Selasa (26/6/2026) malam.

Menurut Tunggono, sapi yang kuat tenaganya tidak mampu ditahan dirinya dan seorang warga. Sapi akhirnya lepas dan lari ke selatan.

"Kandang kan di sebelah terus lari karena talinya terlepas. Sempat ketabrak sapi tapi untung saya tidak apa-apa," kata Tunggono.

Tunggono menyebut sapi itu terus berputar dan masuk pekarangan depan rumahnya dan tercebur ke sumur. Kedalaman sumur sekitar 10 meter.

"Ya sekitar 10 meter, sempat dinaikkan warga tapi tidak bisa. Kemudian kita lapor ke Damkar Klaten untuk minta tolong," katanya.




(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads