Sholat Idul Adha Jam Berapa? Ini Waktu dan Amalan Sunnah Sebelumnya

Sholat Idul Adha Jam Berapa? Ini Waktu dan Amalan Sunnah Sebelumnya

Khofifah Azzahro - detikJateng
Rabu, 27 Mei 2026 05:00 WIB
Ilustrasi Jadwal Pencairan Gaji ke-13 2026
Ilustrasi Jam Sholat Idul Adha (Foto: Towfiqu Barbhuiya/Pexels)
Solo -

Beberapa jam menjelang masuknya pagi hari 10 Dzulhijjah, Hari Raya Idul Adha, pertanyaan mengenai waktu sholat Idul Adha ramai dibahas. Jadi, sholat Idul Adha itu jam berapa?

Bukan hanya persoalan waktu, sebelum menunaikan sholat Idul Adha, terdapat sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan umat Islam guna menyempurnakan rangkaian ibadah di Hari Raya Idul Adha.

Karena itu, informasi mengenai waktu pelaksanaan sholat Idul Adha dan amalannya kerap dicari masyarakat agar dapat mengikuti ibadah dengan maksimal dan tepat waktu. Simak penjelasan berikut untuk mengetahui informasi terkait waktu sholat Idul Adha dan amalannya di bawah ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapan Idul Adha 2026?

Menurut informasi dari laman resminya, Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi menetapkan awal Zulhijah 1447 Hijriah pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan penetapan tersebut, Hari Raya Idul Adha 1447 H atau 10 Zulhijah dipastikan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

Keputusan tersebut diumumkan melalui sidang isbat penetapan 1 Zulhijah 1447 Hijriah yang digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (17/5/2026). Sidang dipimpin langsung oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar.

Dalam keterangannya, Menteri Agama menyampaikan bahwa penetapan tersebut dilakukan berdasarkan hasil hisab dan laporan rukyatul hilal yang telah diterima pemerintah. Dengan demikian, umat Islam di Indonesia akan merayakan Hari Raya Idul Adha pada Rabu, 27 Mei 2026.

Sholat Idul Adha Jam Berapa?

Dikutip dari laman NU Online, sholat Id pertama kali disyariatkan pada tahun pertama Hijriyah. Hal ini didasarkan pada riwayat Anas RA yang menyebutkan bahwa saat Rasulullah SAW tiba di Madinah, masyarakat setempat memiliki dua hari yang biasa digunakan untuk bersenang-senang sejak masa jahiliyah. Kemudian Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Allah SWT telah mengganti dua hari tersebut dengan hari yang lebih baik, yakni Idul Fitri dan Idul Adha.

Sementara itu, mengenai waktu pelaksanaan sholat Idul Adha, para ulama khususnya dari kalangan madzhab Syafi'i memiliki kesepakatan terkait batas akhir waktunya. Mereka sepakat bahwa sholat Id dilaksanakan hingga sebelum matahari tergelincir atau sebelum masuk waktu Dzuhur.

Namun, para ulama berbeda pendapat mengenai awal waktu pelaksanaan sholat Id. Pendapat yang dianggap paling sahih menyebutkan bahwa sholat Id sudah dapat dilaksanakan sejak matahari terbit. Meski demikian, pelaksanaannya dianjurkan menunggu hingga matahari naik setinggi satu tombak.

Sementara pendapat lainnya menyatakan bahwa waktu Sholat Id baru dimulai ketika matahari mulai naik. Dari perbedaan tersebut, pendapat yang paling banyak dijadikan rujukan oleh umat Islam adalah pelaksanaan sholat Id dimulai setelah matahari terbit dan lebih utama dilakukan ketika posisi matahari sudah agak meninggi.

Jika dikonversikan ke dalam satuan waktu modern, posisi matahari yang sudah meninggi setinggi satu tombak tersebut umumnya berlangsung sekitar 15 hingga 20 menit setelah matahari terbit. Oleh karena itu, di Indonesia, ibadah sholat Idul Adha biasanya mulai dilaksanakan secara berjamaah antara pukul 06.30 hingga 07.00 pagi waktu setempat.

Pelaksanaan sholat Idul Adha sengaja digelar sedikit lebih awal dibandingkan sholat Idul Fitri agar umat Islam memiliki waktu yang lebih luang untuk segera melaksanakan prosesi penyembelihan dan pembagian daging hewan kurban.

Amalan Sebelum Sholat Idul Adha

Dalam menyambut Hari Raya Idul Adha, terdapat sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan umat Islam. Dilansir MUI Digital, berikut merupakan sejumlah amalan Idul Adha, antara lain:

1. Menghidupkan Malam Takbiran

Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan dalam menyambut Hari Raya Idul Adha adalah menghidupkan malam takbiran. Malam sebelum Idul Adha biasanya diisi dengan lantunan takbir yang berkumandang di banyak masjid sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.

Selain memperbanyak takbir, umat Islam juga dianjurkan mengisi malam tersebut dengan berbagai ibadah seperti berdzikir, membaca sholawat, berdoa, hingga melaksanakan sholat malam. Malam takbiran juga dikenal sebagai salah satu waktu yang baik untuk memanjatkan doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

2. Mandi, Memakai Wewangian, dan Berpakaian Terbaik

Sebelum melaksanakan Sholat Idul Adha, umat Muslim dianjurkan membersihkan diri dengan mandi terlebih dahulu. Anjuran ini dilakukan agar tubuh menjadi lebih segar dan nyaman ketika mengikuti ibadah secara berjamaah bersama banyak orang.

Selain mandi, memakai wewangian secukupnya dan mengenakan pakaian terbaik juga termasuk sunnah yang dianjurkan. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk memuliakan Idul Adha, sekaligus menjaga kenyamanan orang lain ketika berada di tengah keramaian jamaah.

3. Berangkat Menuju Tempat Sholat dengan Jalan Kaki

Amalan sunnah lainnya saat Hari Raya Idul Adha ialah berjalan kaki menuju tempat pelaksanaan sholat Id apabila memungkinkan. Kebiasaan ini mengikuti sunnah Rasulullah SAW yang diriwayatkan berangkat dan pulang dari tempat sholat dengan berjalan kaki.

Tidak hanya itu, Rasulullah SAW juga disebutkan biasa melewati jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang dari lokasi sholat Id. Sunnah ini kemudian banyak diamalkan umat Muslim sebagai bentuk mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW pada hari raya.

Tata Cara Sholat Idul Adha

Sebagai panduan, berikut tata cara menunaikan sholat Idul Adha, lengkap dengan anjuran surat yang sunnah dibaca, dikutip dari laman Muhammadiyah:

  1. Takbiratul ihram, diiringi niat ikhlas karena Allah SWT.
  2. Membaca doa Iftitah
  3. Takbir tambahan (takbīr al-zawāid) tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua, dengan mengangkat tangan.
  4. Membaca surah al-Fatihah, diawali dengan bacaan ta'āwuż dan basmalah.
  5. Membaca surat yang dianjurkan, yaitu antara lain surat al-Aʻlā dan al-Gāsyiyah. Hal ini sebagaimana dengan hadits berikut,
  6. Langkah selanjutnya adalah rukuk, sujud dan seterusnya hingga salam sebagaimana dalam sholat biasa.

Demikian penjelasan mengenai waktu sholat Idul Adha lengkap dengan amalan dan tata caranya. Semoga bermanfaat, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Khofifah Azzahro peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(aku/num)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads