Selain identik dengan penyembelihan hewan kurban, Hari Raya Idul Adha diawali dengan pelaksanaan sholat Idul Adha. Ibadah ini memiliki sejumlah sunnah yang dianjurkan untuk diikuti. Salah satunya adalah tidak makan lebih dulu sebelum melaksanakan sholat.
Anjuran ini kerap menjadi pertanyaan bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang terbiasa sarapan sebelum memulai aktivitas. Namun, anjuran tersebut ternyata memiliki dasar tersendiri berdasarkan sabda Rasulullah SAW. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah tidak makan sebelum melaksanakan sholat Idul Adha.
Lantas, apa alasan di balik alasan tersebut? Untuk mengetahui jawabannya, simak 6 sunnah Nabi Muhammad SAW sebelum sholat Idul Adha melalui uraian di bawah ini, yuk!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
6 Sunnah Nabi Sebelum Sholat Idul Adha
1. Mengumandangkan Takbir
Salah satu sunnah yang dianjurkan saat memasuki Hari Raya Idul Adha adalah memperbanyak lantunan takbir. Tradisi ini umumnya mulai dilakukan setelah matahari terbenam pada tanggal 9 Dzulhijjah atau selepas sholat maghrib hingga pelaksanaan sholat Id keesokan harinya. Anjuran bertakbir ini tercantum dalam firman Allah SWT pada Surat Al Baqarah ayat 185:
ΩΩΩΩΨͺΩΩΩΩ ΩΩΩΩΨ§ Ψ§ΩΩΨΉΩΨ―ΩΩΨ©Ω ΩΩΩΩΨͺΩΩΩΨ¨ΩΩΨ±ΩΩΨ§ Ψ§ΩΩΩΩ°ΩΩ ΨΉΩΩΩ°Ω Ω ΩΨ§ ΩΩΨ―Ω°ΩΩΩΩ Ω ΩΩΩΩΨΉΩΩΩΩΩΩΩ Ω ΨͺΩΨ΄ΩΩΩΨ±ΩΩΩΩΩ ΫΩ‘Ω¨Ω₯
Artinya: "Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur."
Dikutip dari Majalah Suara Muhammadiyah, takbir yang dilantunkan selama Idul Adha dianjurkan untuk tetap dibaca hingga berakhirnya hari Tasyrik. Hari Tasyrik sendiri berlangsung selama tiga hari setelah Idul Adha, yakni pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Pada waktu-waktu tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
2. Memperbanyak Doa dan Dzikir
Malam Idul Adha merupakan waktu yang penuh keberkahan. Pada waktu ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta memohon ampunan. Selain itu, malam takbiran juga dapat menjadi waktu yang tepat untuk bermuhasabah diri atas segala tindakan yang pernah dilakukan di masa lalu.
3. Melakukan Sholat Sunnah 2 Rakaat
Selain memperbanyak takbir, umat Islam juga dianjurkan menghidupkan malam Idul Adha dengan melaksanakan sholat sunnah dua rakaat. Dilansir laman Nahdlatul Ulama Jombang, amalan ini termasuk bentuk qiyamul lail yang dianjurkan Rasulullah SAW agar seorang Muslim senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT pada malam hari raya. Berkaitan dengan hal tersebut, Rasulullah SAW bersabda:
( Ω ΩΩΩ ΩΩΨ§Ω Ω ΩΩΩΩΩΩΨͺΩΩΩ Ψ§ΩΩΨΉΩΩΨ―ΩΩΩΩΩ ΩΩΩΩΩ Ω ΩΨΩΨͺΩΨ³ΩΨ¨ΩΨ§ ΩΩΩ Ω ΩΩΩ ΩΨͺΩ ΩΩΩΩΨ¨ΩΩΩ ΩΩΩΩΩ Ω ΨͺΩΩ ΩΩΨͺΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩΩΨ¨Ω. (Ψ±ΩΨ§Ω Ψ§ΩΨ΄Ψ§ΩΨΉΩ ΩΨ§Ψ¨Ω Ω Ψ§Ψ¬Ω
Artinya: "Siapa saja yang menghidupkan malam dua hari raya, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha, dengan penuh keimanan dan mengharap ridha Allah, maka hatinya tidak akan mati ketika hati manusia lain menjadi mati." (HR As-Syafi'i dan Ibnu Majah).
Meski sebagian ulama menilai hadis tersebut berderajat dhaif, amalan qiyamul lail pada malam lebaran tetap diperbolehkan untuk diamalkan. Ibadah ini diyakini memiliki keutamaan, yakni membantu menenangkan hati dan mendapat keberkahan.
4. Tidak Makan Sebelum Sholat
Sebelum melaksanakan ibadah sholat Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk tidak makan terlebih dulu. Dikutip dari laman Kemenag Sumatera Selatan, dalam suatu riwayat hadits dijelaskan bahwa kebiasaan tidak makan sebelum sholat Idul Adha selalu dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.
Riwayat hadits yang menjadi dasar sunnah ini adalah sebagai berikut:
"Dan janganlah keluar pada hari Idul Fitri sampai dia makan dulu, dan janganlah makan ketika hari Idul Adha sampai dia sholat dulu." (HR At Tirmidzi Nomor 542)
Menurut pendapat ulama, perbedaan kebiasaan tersebut melambangkan esensi masing-masing hari raya. Pada Idul Fitri, umat Islam telah menyelesaikan ibadah puasa Ramadan sehingga dianjurkan untuk makan lebih dulu sebagai bentuk rasa syukur. Sedangkan pada Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk menunda makan sampai waktu sholat berakhir, untuk nantinya menikmati daging kurban dan mendahulukan ibadah.
5. Mandi dan Memakai Pakaian Terbaik
Sebelum berangkat melaksanakan sholat Id, umat Islam juga dianjurkan untuk mandi terlebih dahulu sebagai bentuk sambutan terhadap hari raya dalam keadaan suci. Selain mandi, umat Islam dapat memakai pakaian terbaik yang dimiliki saat hari raya. Pakaian yang digunakan tidak harus baru, cukup pakaian yang bersih, rapi, dan juga sopan. Dengan begitu, suasana hari raya dapat terasa lebih khidmat.
6. Berjalan Kaki Menuju Tempat Sholat dan Mengambil Rute yang Berbeda
Kebiasaan lain yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW sebelum melaksanakan sholat Id adalah berjalan kaki menuju tempat sholat jika memungkinkan. Kebiasaan ini menunjukkan kesederhanaan, meski pada saat itu umat Islam sedang merayakan hari besar.
Selain itu, umat Islam juga dianjurkan melewati jalan yang berbeda saat perjalanan pulang. Kebiasaan ini merupakan upaya dalam mempererat silaturahmi dengan banyak orang.
Demikian penjelasan tentang sunnah Nabi sebelum sholat Idul Adha. Semoga bermanfaat!
Artikel ini ditulis oleh Ikfina Kamalia Rizki peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
