Hoax Pocong Juga Teror Warga Grobogan, Diviralkan Terlihat Dekat Stasiun

Hoax Pocong Juga Teror Warga Grobogan, Diviralkan Terlihat Dekat Stasiun

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Minggu, 24 Mei 2026 20:37 WIB
ilustrasi hoax
Ilustrasi hoax. Foto: ilustrasi/thinkstock
Grobogan -

Postingan mengenai adanya hantu pocong di wilayah Grobogan marak diunggah di media sosial. Salah satunya di grup Facebook Info Juwangi Sendangharjo Karangrayung.

"Maaf dapat info dari istri apa benar ada kejadian poling (pocong maling) di Ds. Karangsono?" tulis salah satu akun di grup tersebut dilihat detikJateng pada Minggu (24/5/2026).

Unggahan tersebut disertai tangkapan layar percakapan WhatsApp berbahasa jawa mengenai teror pocong bersenjata tajam di wilayah Karangsono, serta video yang berisi diduga hantu pocong mengetuk jendela rumah yang tidak jelas waktu dan lokasinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, akun Instagram @infogrobogan.id juga mengunggah dua tangkapan layar status WhatsApp soal teror hantu pocong yang tidak diketahui lokasinya.

"Beredarnya status WhatsApp berisi peringatan tentang "pocong" yang disebut berkeliaran pada malam hari membuat sebagian warga Grobogan resah," tulis cuplikan takarir unggahan akun tersebut dilihat detikJateng hari ini.

ADVERTISEMENT

Narasi dalam status WhatsApp itu ditulis menggunakan bahasa Jawa dan menyebut sosok pocong datang sekitar pukul 01.00 WIB sambil mengetuk pintu rumah warga. Pesan itu juga mengimbau warga untuk tetap berada di dalam rumah dan tidak mudah membuka pintu bagi orang tak dikenal karena diduga sebagai modus kejahatan.

Saat dimintai konfirmasi detikJateng, Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto mengatakan bahwa unggahan tersebut merupakan hoaks.

"Hoax. Dalam postingan tersebut, daerah Karangsono yang dimaksud yaitu daerah Stasiun Karangsono turut Desa Suru, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan," kata Arif, Minggu (24/5/2026).

Arif menyebut pihaknya telah melakukan patroli media sosial dan menemukan bahwa video serupa diunggah di berbagai media sosial dengan lokasi yang berbeda beda.

"Bahwa dari hasil penelusuran dari berbagai video yang sama dan diposting di berbagai platform media sosial didapati juga berlokasi di wilayah Magelang," ujar Arif.

"Sehingga ada kemungkinan video tersebut dipakai oleh beberapa akun dengan hanya mengganti narasi caption lokasi yang berbeda-beda," lanjutnya.

Menurut Arif, unggahan hantu pocong digunakan oleh sejumlah orang tidak bertanggung jawab untuk mendapat keuntungan pribadi dan menakut-nakuti masyarakat Grobogan.

"Terdapat potensi adanya isu hantu pocong cenderung digunakan beberapa akun untuk mencari engagement atau keuntungan finansial di platform media sosial jika viral dan ditonton banyak orang," jelas Arif.

"Isu hantu pocong dapat dipakai oleh kelompok atau individu yang tidak bertanggung jawab untuk menyebar teror dan keresahan dilingkungan masyarakat Kabupaten Grobogan pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya," tambahnya.

Lebih lanjut Arif menyampaikan bahwa kini pihaknya tengah berupaya menangkal isu teror pocong di Grobogan melalui Bhabinkamtibmas. Para polisi di desa-desa itu kini berperan aktif untuk memberikan edukasi agar warga tidak resah.

"Mengedepankan peran dari Bhabinkamtibmas Polsek jajaran memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak panik dan resah dalam menyikapi beredarnya isu hantu pocong," pungkas Arif.

Sebelumnya, hoax pocong bersajam juga muncul di Magelang. Pocong jadi-jadian itu dinarasikan muncul di beberapa daerah termasuk di Kajoran.

Plt Kapolsek Kajoran AKP Darmawan menyebut narasi itu sempat membuat geger warga. Warga bahkan disebut berkumpul di rumah tokoh masyarakat untuk berjaga-jaga.

Namun ia memastikan tak ada laporan seperti pocong bersajam seperti yang beredar di media sosial.

"Sehingga masyarakat pada keluar kumpul di rumahnya Pak Kadus jaga-jaga. Sampai saat ini untuk Sambak sendiri aman, kondusif. Tidak ada kejadian apapun, hanya tadi malam masyarakat tahunya dari medsos," katanya, Minggu (24/5).




(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads