Suasana haru menyelimuti acara wisuda angkatan VI SMA Unggulan CT Arsa Sukoharjo saat salah satu perwakilan wisudawan, Lathifah Alya Agyunda, membagikan kisah perjuangannya. Alya ialah salah satu lulusan yang diterima di beberapa universitas luar negeri.
Di hadapan Ketua Yayasan CT Arsa Foundation, Anita Ratnasari Tanjung dan hadirin, Alya menceritakan awal perjalanannya di sekolah tersebut pada Juli 2023 lalu. Ia mengakui, tiga bulan pertama di boarding school menjadi masa terberat untuk beradaptasi jauh dari keluarga.
Ujian terberat Alya datang pada September 2023. Saat ia sedang fokus belajar di sekolah, ayahnya di rumah sedang berjuang melawan kanker paru-paru stadium akhir. Karena aturan karantina sekolah yang tidak memperbolehkan siswa membawa ponsel, Alya hanya bisa memanjatkan doa. Hingga akhirnya kabar duka itu tiba.
"Alya, kemasi barang kamu, nanti kamu dijemput ya pulang," kata Alya menirukan ucapan gurunya saat itu.
"Saya jatuh ke lantai. Bapak saya meninggal dunia. Ternyata hari pertama saya datang ke SMA ini, yang sudah dinanti-nantikan oleh Bapak saya juga, menjadi hari terakhir saya berbicara dan menyentuh Bapak saya," ucap Alya dengan suara bergetar, Kamis (21/5/2026).
Kehilangan ayah sempat membuat Alya kehilangan arah dan semangat hidup. Namun, ia yakin bahwa SMA Unggulan CT Arsa Sukoharjo bertransformasi menjadi rumah kedua baginya.
Penuturan Alya membuat Anita Tanjung tak kuasa meneteskan air mata. Alya lalu melanjutkan ceritanya yang tetap bertahan hingga akhirnya bisa menembus sejumlah perguruan tinggi di luar negeri.
"Hari ini, berdiri di sini sebagai salah satu siswa yang diterima di beberapa universitas di luar negeri, saya menyadari bahwa tidak ada satu pun dari hal ini yang terjadi karena saya sendiri. Di balik setiap pencapaian, ada doa, pengorbanan, dukungan, dan kebaikan dari begitu banyak orang," ujar dia.
Alya pun menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pendiri yayasan, Chairul Tanjung dan Anita Ratnasari Tanjung, yang telah memberikan kesempatan bagi anak-anak kurang mampu namun berprestasi untuk meraih mimpi.
"Banyak dari kami yang hampir menyerah akan pendidikan sebelum tangan Ayah dan Bunda mengajak kami untuk tetap berdiri bersama CT Arsa. Terima kasih sudah menghadirkan ruang untuk kami tumbuh, belajar, dan berjuang," tuturnya.
Alya juga memberikan semangat kepada seluruh rekan seangkatannya. Ia mengingatkan bahwa kehidupan setelah lulus mungkin akan jauh lebih menantang. Namun tempaan selama di CT Arsa telah mempersiapkan mereka untuk hal yang lebih besar.
"Mari berjanji bahwa kesuksesan yang nanti kita dapat bukan untuk diri kita sendiri, tapi juga keluarga, sekolah ini, dan yayasan ini. Mari menjadi seseorang yang tidak akan pernah lupa dari mana mereka berasal," pungkas Alya.
Diketahui, Alya diterima di Han University Of Applied Science (Belanda), Western Sydney University, University Of Wollongong, dan Swinburne University
Kepala SMA Unggulan CT ARSA Foundation Sukoharjo, Usdiyanto, mengatakan ada tiga lulusan yang diterima di kampus luar negeri.
"Mereka masih menunggu LoA (Letter of Acceptance) dari berbagai perguruan tinggi dan akan menyusul 7 kakak kelasnya yang sudah lebih dulu sukses kuliah di luar negeri," terangnya.
Simak Video "Video: Seluruh Siswa SMA Unggulan CT Arsa Sukoharjo Lulus, 3 Diterima di LN"
(dil/apu)