Polisi mengungkap, paket mencurigakan yang ditemukan di teras rumah pendeta Gereja Injil di Tanah Jawa (GITJ) di Ploso, Kudus, ternyata berisi sayuran. Polisi juga membuka sosok pengirim paket yang sempat bikin heboh masyarakat Kudus.
Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo, menjelaskan paket tersebut merupakan kiriman dari seorang warga Kabupaten Pati yang ditujukan kepada istri Pendeta GITJ Ploso. Pengirim merupakan teman lama dari istri pendeta.
Ia menerangkan, diduga terjadi salah komunikasi, sehingga bahan makanan itu malah dikira sebagai peledak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah dilakukan klarifikasi, paket tersebut merupakan kiriman bahan makanan dari teman lama. Tidak ada unsur berbahaya, isinya sayuran," kata Heru dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).
"Kesalahpahaman ini terjadi murni karena miskomunikasi," lanjut Heru.
Heru mengatakan paket itu diantar oleh anak salah satu jemaat gereja yang berinisial "E". E diketahui saat ini bersekolah di Kabupaten Kudus. Akan tetapi tidak ada pemberitahuan kepada penerima, sehingga paket tersebut sempat dianggap mencurigakan.
"E menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut," jelasnya.
Menurutnya E terburu berangkat sekolah sehingga tidak mengabari kepada pendeta terlebih dahulu. E begitu saja menaruh paket tersebut di depan rumah dinas pendeta.
"E itu buru-buru berangkat sekolah, jadi lupa mengabari Pak Pendeta setelah menaruh paket," jelasnya.
Disebutkan E juga sempat berniat mengirimkan foto paket sebagai bukti pengantaran, namun lupa mengirimkannya ke pak pendeta. Oleh karena itu AKBP Heru mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah panik saat menemukan barang mencurigakan.
"Tetap waspada, tapi jangan panik. Segera laporkan ke petugas agar bisa ditangani dengan cepat dan tepat," jelas Heru.
Untuk diketahui sebuah paket misterius sempat membuat geger warga di sekitar rumah dinas Pendeta Gereja Injil di Tanah Jawa (GITJ) Ploso, Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kudus pada Rabu (20/5) kemarin. Kejadian ini sempat viral di media sosial.
"Lagi rame di Kudus Diduga paket bom di gereja desa Ploso Kecamatan Jati Kudus," tulis akun media sosial.
Kabag Ops Polres Kudus, Kompol EkoPujiyono, menuturkan
kejadian bermula saat pemilik rumah menemukan kardus bekas air mineral mencurigakan saat hendak mengantar anaknya sekolah sekitar pukul 06.30 WIB.
"Pemilik rumah dinas pendeta curiga karena tidak merasa menerima kiriman paket. Setelah dicek dan ditanyakan ke grup WhatsApp jemaat Gereja juga tidak ada yang mengaku mengirim," jelasnya.
Lebih lanjut karena khawatir, pemilik rumah kemudian mengecek rekaman CCTV bersama saksi. Dari hasil rekaman, terlihat seorang pria masuk ke area kompleks sekitar pukul 06.25 WIB.
"Pria tersebut terlihat meletakkan kardus di teras rumah dinas pastori lalu pergi meninggalkan lokasi," lanjut dia.
Menurutnya temuan itu pun dilaporkan kepada polisi. Polres Kudus selanjutnya berkoordinasi dengan Tim Gegana Brimob Pati untuk memastikan isi paket tersebut aman. Tim Jibom tiba di lokasi dan langsung melakukan sterilisasi di area rumah maupun lingkungan sekitar.
adapun paket tersebut ternyata berisi sayuran.
