Update Kondisi 6 Murid Korban Ambruknya Atap MTs Muhammadiyah di Sragen

Update Kondisi 6 Murid Korban Ambruknya Atap MTs Muhammadiyah di Sragen

Tara Wahyu NV - detikJateng
Rabu, 13 Mei 2026 13:14 WIB
Atap kelas 7 MTs Muhammadiyah 4 Bulu roboh, Selasa (12/5/2026).
Atap kelas 7 MTs Muhammadiyah 4 Bulu roboh, Selasa (12/5/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Sragen -

Kondisi para siswa korban ambruknya atap ruang kelas di MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Sambungmacan, Sragen masih menjalani perawatan. Hingga saat ini, tercatat masih ada enam siswa yang menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka-luka yang diderita.

Ketua PCM sekaligus ketua komite sekolah, Agus Anwar Rosyidi, menjelaskan bahwa dari total enam siswa yang dirawat, lima orang berada di RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen dan satu orang di RSI Amal Sehat.

"Kondisi sementara untuk yang tidak luka dan tidak sakit, dirumahkan dulu untuk belajar daring di rumah. Kemudian yang sakit masih ada enam di rumah sakit; lima di RSUD dan satu di Amal Sehat," ujar Agus Anwar saat ditemui detikJateng, Rabu (13/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus membeberkan bahwa mayoritas siswa yang dirawat di RSUD Sragen mengalami luka memar, lecet, serta keluhan pusing. Meski sempat menjalani observasi mendalam, pihak sekolah memastikan tidak ada indikasi luka berat bagi siswa yang berada di RSUD Sragen.

ADVERTISEMENT

"Tadi malam sudah observasi, kondisinya luka memar dan lecet, tidak ada yang mengarah ke luka berat. Sudah di-rontgen dan CT scan juga, hasilnya tidak ada yang mengkhawatirkan. Hanya perlu istirahat karena shock therapy saja," jelasnya.

Kondisi berbeda dialami oleh satu siswa yang dirawat di RSI Amal Sehat. Agus mengonfirmasi bahwa siswa tersebut mengalami patah tulang kaki dan memerlukan penanganan spesifik.

"Sementara sudah operasi tadi malam untuk yang patah tulang pada kaki," ujarnya.

Terkait biaya pengobatan, Agus menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen telah berkomitmen untuk menanggung seluruh biaya perawatan para siswa. Hal ini sesuai dengan hasil evaluasi bersama Bupati Sragen.

"Pak Bupati menyerahkan semuanya kepada PDM untuk urusan pembiayaan (renovasi) dan sebagainya, namun untuk biaya rumah sakit ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah," pungkas Agus.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 7 siswa dan 1 guru dilarikan ke rumah sakit usai tertimpa runtuhan atap kelas 7 MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Sambungmacan. Para korban mengalami luka pada kaki dan juga kepala.

Wakil Kepala Sekolah MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Cipto Waluyo mengatakan, satu siswa dilarikan ke RSI Amal Sehat karena mengalami patah kaki. Sedangkan enam siswa lainnya dan satu guru dilarikan ke RSUD Soehadi Prijonegoro.

"Kondisi semua sudah dilarikan ke rumah sakit, ada yang satu patah kaki dilarikan ke RSI Amal Sehat. Gurunya juga di apa, rumah sakit umum. Jadi yang di rumah sakit umum itu enam itu plus gurunya. Kalau yang di Amal Sehat itu ada satu anak, seperti itu," katanya kepada detikJateng di MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Sambungmacan, Selasa (12/5).

Selain patah kaki, Cipto mengatakan beberapa siswa mengalami luka pada kepala. Sedangkan siswa lainnya yang mengalami luka ringan dipulangkan.

"Kondisi persisnya kita belum, belum tahu persis, lainnya tadi luka pada pundak sama bagian kepala," ucapnya.




(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads