Siswa MTs Muhammadiyah 4 Bulu Belajar di Rumah Usai Atap Kelas Roboh

Siswa MTs Muhammadiyah 4 Bulu Belajar di Rumah Usai Atap Kelas Roboh

Tara Wahyu - detikJateng
Rabu, 13 Mei 2026 13:00 WIB
Penampakan kelas di MTS Muhammadiyah 4 Bulu yang atapnya roboh, Selasa (12/5/2026)
Penampakan kelas di MTS Muhammadiyah 4 Bulu yang atapnya roboh, Selasa (12/5/2026). Foto: Tara Wahyu/detikJateng
Sragen -

MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Sambungmacan meminta siswanya belajar di rumah usai atap di ruang kelas VII roboh. Para siswa dari kelas VII, VIII, dan IX melakukan kegiatan belajar mengajar di rumah.

Ketua PCM sekaligus Ketua Komite Sekolah, Agus Anwar Rosyidi, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi pasca-insiden tersebut. Kegiatan belajar di rumah dilakukan hingga hari Sabtu (16/5).

"KBM sementara belajar di rumah dulu. Iya, kelas 7, 8, dan 9 di rumah semua untuk mengantisipasi, sampai hari Sabtu. Jadi pekan ini saja," ujar Agus saat dihubungi detikJateng, Rabu (13/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus menyebut pihak sekolah akan segera melakukan perbaikan untuk seluruh ruangan kelas. Proses pembangunan akan dimulai setelah pihak kepolisian menyelesaikan penyelidikan di lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

"Ruang kelas setelah nanti selesai penyelidikan dari Kepolisian, segera kita bangun tiga lokalnya. Tiga ruang kelas akan kita renovasi," jelasnya.

Terkait pendanaan, Agus mengungkapkan bahwa biaya perbaikan tidak akan membebani orang tua siswa, melainkan bersumber dari internal organisasi Muhammadiyah melalui lembaga filantropi Lazismu.

"Anggaran diambilkan dari PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah), dari PWM (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah), dari PP (Pimpinan Pusat) Muhammadiyah, lewat Lazismu tentunya," ucapnya.

Agus mengatakan tiga ruang kelas diperkirakan membutuhkan anggaran sekira Rp 300 sampai Rp 400 juta.

"Renovasi ditaksir antara Rp 300 sampai 400 juta untuk tiga lokal," tambahnya.

Disinggung mengenai status gedung yang kabarnya sudah masuk daftar renovasi pemerintah, Agus mengaku pihaknya telah mengikuti prosedur pengisian data melalui sistem EMIS maupun pengajuan ke Kemenag dan PUPR. Namun, hingga saat ini belum ada realisasi.

"Kalau sistem lewat EMIS itu, jadi kita tidak begitu mengetahui. Ketika kita sudah mengajukan, kita sudah mengisi format, kemudian sistem membaca bagaimana, nah kita yang tidak tahu kendalanya. Kemarin yang survei PUPR kalau tidak salah tahun ini," pungkasnya.

Diketahui, atap kelas MTs Muhammadiyah 4 Bulu ambruk menimpa guru dan siswa yang tengah melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Akibatnya, 7 murid dan 1 guru dilarikan ke rumah sakit.




(afn/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads