Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang pria yang dilaporkan terjun dari Jembatan Sungai Serayu, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua pencarian di kawasan Dermaga Desa Papringan, sore ini.
Pria berusia 32 tahun asal Kecamatan Banyumas itu dilaporkan menceburkan diri dari Jembatan Serayu pada Minggu (10/5) sekitar pukul 23.57 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koordinator Tim SAR Gabungan, Amin Riyanto mengatakan jasad korban ditemukan pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB, dengan jarak kurang lebih 3,9 kilometer dari lokasi kejadian perkara (LKP).
"Alhamdulillah tadi sudah diakui dari pihak keluarga bahwasanya korban yang ditemukan sore ini sekitar jam 16.30 WIB dinyatakan adalah korban yang pada Senin, 11 Mei 2026, menceburkan diri dari Jembatan Serayu di Kecamatan Banyumas," kata Amin kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).
Amin menjelaskan, proses pencarian dilakukan sejak hari pertama kejadian dengan melibatkan tim SAR gabungan. Pada hari kedua operasi pencarian, jasad korban akhirnya ditemukan di aliran Sungai Serayu.
"Pada hari kedua pencarian oleh tim SAR gabungan berhasil ditemukan kurang lebih 3,9 kilometer dari LKP dalam kondisi meninggal dunia," jelasnya.
Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi dan dilakukan proses identifikasi oleh petugas dari puskesmas bersama pihak kepolisian.
"Selanjutnya korban diserahkan ke pihak keluarga dan sudah dilakukan identifikasi oleh pihak puskesmas dan kepolisian," ujarnya.
Amin menambahkan, pihak keluarga meminta agar jenazah korban terlebih dahulu dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
"Permintaan dari pihak keluarga, korban dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut," pungkasnya.
(dil/alg)
