Kondisi Terkini Gadis ABG Dibakar Paman di Semarang

Kondisi Terkini Gadis ABG Dibakar Paman di Semarang

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Senin, 11 Mei 2026 17:35 WIB
Ilustrasi kekerasan
Ilustrasi keponakan dibakar paman di Semarang. (Foto: iStock)
Semarang -

Seorang paman berinisial S (32) tega membakar keponakannya berinisial T (15) di depan rumah korban di Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara. Kini kondisi T mulai membaik dan sudah kembali masuk ke sekolah.

Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti, menerangkan korban sempat dirawat di RSUD Wongsonegoro. T mengalami luka bakar di bagian tangan hingga punggung sebanyak 30 persen.

"Terus kami juga sudah nengok korban di Wongsonegoro. Memang ada luka di punggung, tangan. Jadi memang itu pun sebenarnya steril (di rumah sakit saat itu), kita pun nggak bisa lama-lama di situ, khawatir karena banyak luka terbuka. Seingat saya kemarin diinfo (luka bakar) 30 persen," kata Sriniti kepada detikJateng, Senin (11/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban juga sempat mengalami salah penanganan luka bakar. Sebab itu, luka bakar di bagian siku korban sempat parah.

ADVERTISEMENT

"Ada luka terbuka dan sempat juga ada salah penanganan awal sih. Jadi agak dalem itu di bagian siku kemarin itu kita tengok," ungkap Sriniti.

"Sekarang kan korban sudah dalam rawat pemulihan, sudah pulih, sudah kita bisa mintain keterangan," lanjutnya.

Adapun korban kini telah tinggal bersama orang tuanya dan kembali masuk sekolah. Polisi juga tengah memburu terduga pelaku yang kabur.

"Anak sekarang ikut ayah dan ibunya, dan sudah bisa untuk sekolah. Anggota saya sudah nyari-nyari, pelakunya kabur," terang Sriniti.

Kasus tersebut mulanya ditangani Polsek Semarang Utara. Per 4 Mei 2026, kasus tersebut dilimpahkan ke Polrestabes Semarang.

"Pelimpahan kami terima tanggal 4 Mei," ungkap Sriniti.

Diberitakan sebelumnya, insiden ini terjadi pada Sabtu (18/4) di depan rumah korban. Polisi mendapat laporan dari warga pada Senin (20/4).

Peristiwa berawal saat S menyuruh T mandi, namun T menolak.

"Korban duduk di depan rumah. Kemudian oleh pamannya disuruh mandi, tapi korban tidak mau," jelas Kapolsek Semarang Utara, Kompol Heri Sumiarso, saat dihubungi detikJateng, Selasa (21/4).

Lantas, paman korban masuk ke rumah korban untuk mengambil botol berukuran 500 mililiter atau setengah liter. Botol tersebut diduga berisi bensin.

"Kemudian paman korban ini masuk ngambil cairan dalam botol plastik botol dalam botol ukuran 500 mili yang diduga bensin," terang Heri.

Diduga pelaku kemudian menghampiri keponakannya yang berada di depan rumah dan menyiramkan cairan diduga bensin itu. Lalu, diduga pelaku membakar korban menggunakan korek api.

"Kemudian (cairan diduga bensin) disiramkan ke korban di depan rumahnya. Kemudian disulut pakai korek api," kata Heri.

Korban pun langsung meminta tolong. Para warga lantas menolong korban untuk memadamkan api tersebut.

"Kemudian korban minta tolong, teriak-teriak minta tolong. Kemudian sama tetangga dibantu untuk memadamkan api. Kemudian dibawa ke Rumah Sakit Panti Wilasa" jelas Heri.

Adapun bagian badan korban yang mengalami luka bakar yakni di punggung dan lengan kanan. Meski begitu, luka bakar yang dialami korban tidak begitu serius.

"Kondisi korban sampai saat ini sehat, luka bakarnya itu dari punggung sampai ke lengan. (Kondisi luka bakar korban parah?) Nggak begitu parah," sebutnya.




(ams/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads