Presiden Prabowo Subianto, membeli seekor sapi untuk kurban dari Mulyani Rejeki Farm, Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo. Sapi jantan berusia 4 tahun itu diberi nama Parikesit.
Pemilik Mulyani Rejeki Farm, Kuncoro mengatakan, sapi tersebut merupakan peranakan silang dari Sapi jenis PO, dan Simental. Sapi tersebut lahir lewat program inseminasi buatan.
"Ini induknya PO, pejantannya Simental. Ini peranakan simental, usianya 4 tahun, beratnya 1 ton 13 kilogram," kata Kuncoro kepada awak media, Sabtu (9/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan, untuk sapi berukuran besar ini ada perawatan khusus, seperti protein pakan yang harus memenuhi standar, kebersihan kandang, kebersihan sapi dan vaksinasi.
Nampak, sapi tersebut dalam keadaan sehat. Sapi jantan itu memiliki warna dominan cokelat, dan dua tanduk di kepalanya.
Parikesit rupanya sedikit pemalu, jika melihat banyak orang. Sang penjaga harus menenangkan sapi agar tetap tenang. Saat diberikan makanan campuran ampas tahu, dan konsentrat, dia nampak makan dengan lahap.
"Untuk pak Presiden Prabowo sudah beli dua kali disini. Kalau pak Jokowi dulu sudah banyak. Kalau soal harga, ditanyakan ke Sekretariat Negara saja," ujarnya.
Semula, Dinas Pertanian Dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo mencari sejumlah sapi dari peternak untuk didaftarkan ke Sekretariat Negara melalui Dinas Peternakan Jateng. Dari beberapa sapi yang diajukan, Parikesit dipilih untuk dikirim ke Masjid Darussalam, Desa Cemani, Kecamatan Grogol.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Bagas Windaryatno mengatakan, syarat sapi yang dibeli Presiden harus memiliki berat minimal 900 kilogram. Sementara Parikesit memiliki berat diatas 1 ton, dan juga riwayat kesehatannya tercatat jelas sehingga terjamin kesehatannya.
"Kami memastikan ternak ini dalam kondisi sehat, kami sudah melakukan pemeriksaan baik pemeriksaan darah, feses, dan anatominya, semua sehat. Vaksinasi PMK telah kita lakukan di bulan Febuari, kemudian pengobatan cacing terakhir pada 22 Maret. Kita pastikan ternak dalam kondisi sehat, dan pengawasan secara terus-menerus," kata Bagas.
(ahr/ahr)
