Viral Shelter Emergency di Jalur Pendakian Merbabu Dijebol

Viral Shelter Emergency di Jalur Pendakian Merbabu Dijebol

Jarmaji - detikJateng
Kamis, 07 Mei 2026 15:56 WIB
Tangkapan layar jebolnya pintu shelter emergency di jalur pendakian Gunung Merbabu
Tangkapan layar jebolnya pintu shelter emergency di jalur pendakian Gunung Merbabu. Foto: Dok Ig @wahyu.glece
Boyolali -

Kondisi jebolnya shelter emergency di jalur pendakian Gunung Merbabu via Gancik, Boyolali, jadi viral di media sosial. Pengelola mengaku bisa memaklumi jika pendaki menjebol karena keadaan darurat.

Video itu diunggah di akun @wahyu.glece pada Rabu (6/7). Dilihat detikJateng Kamis (7/5/2026) siang, video itu telah mendapat 2.176 tanda suka dan 1.075 komentar.

"Yang merasa merusak dan membuang sampah di shelter emergency Merbabu via Gancik tolong segera konfirmasi atau kami kejar dan cari sampai rumah kalian," tulis keterangan dalam unggahan tersebut dilihat detikJateng, Kamis (7/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di kolom komentar, pengunggah juga menyampaikan bahwa shelter emergency tersebut dari awal pintunya tidak dikunci untuk emergency pendaki. Namun malah digunakan untuk buang sampah.

"Saya jelaskan ya teman-teman. Itu dari awal di kasih shelter emergency nggak digembok dan untuk emergency pendaki. Tapi sama pendaki malah dibuat tempat sampah. Setelah di gembok pintunya malah dirusak," jelasnya di unggahan itu.

ADVERTISEMENT

Pengelola Maklum jika Keadaan Darurat

Pengelola basecamp Gancik, Gusdur Priyanto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Shelter emergency Merbabu tersebut berada di pos 2 pendakian via Gancik.

Perusakan pintu shelter itu diperkirakan terjadi pada malam Senin lalu, saat terjadi badai di Gunung Merbabu. Pendaki diduga mencari tempat berlindung di shelter tersebut. Karena pintunya digembok, kemudian dijebol agar bisa masuk.

"Kalau kronologinya itu kemungkinan besar itu di atas badai, cari tempat perlindungan, tapi dengan cara, ya saya tidak menyalahkan yang membobol (pintu shelter emergency Merbabu). Tapi ya memang itu kalau memang sudah urgen ya mau gimana lagi," kata Priyanto kepada wartawan dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (7/5/2026).

Pihaknya mengaku belum tahu siapa yang merusak pintu tersebut. Namun dari pengecekan, bahwa di dalam shelter memang ada bekas untuk istirahat.

"Jadi kan kemungkinan di atas badai, lha gunanya shelter kan seperti itu (tempat berlindung). Tapi dengan cara mereka yang salah. Tapi kita juga maklum karena nyawa yang paling utama," imbuh dia.

Pihaknya menyatakan bisa memaklumi kejadian tersebut. Karena kaitannya dengan nyawa. Pengunjung atau pendaki membutuhkan tempat untuk berlindung dari terjangan badai.

Dikunci karena Dijadikan Tempat Sampah

Menurut dia, shelter tersebut sebelumnya tidak dikunci pintunya. Sehingga siapapun yang butuh tempat berteduh atau berlindung bisa masuk. Namun kemudian malah digunakan tempat buang sampah. Sehingga pintunya dikunci. Atas kejadian ini, shelter akan dibuka lagi.

"Dulu itu sempat kita open, ini mau di-open juga. Tapi dibuat tempat sampah, dulu. Jadi kita itu dilema, dikunci salah, enggak dikunci jadi tempat sampah," ucap dia.

"Tapi kita juga menyadari kok (atas kejadian itu)," pungkasnya.




(afn/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads